Assalamu’alaykum, all…
Haduh… kok susah bgt mo mulai nulis ya… Gw masih shock. Halah… Pake belagak shock lagi. Sebenarnya emang mengejutkan. Apaan yang mengejutkan? Tadi dapat e-mail dari seorang teman. Isinya singkat, padat, mengejutkan, dan agak menyakitkan. Apa si teman sudah menulis sesuatu yang salah? Ga siy… Sebenarnya yang disampaikan si teman cuma e-mail biasa, tapi penyampaiannya ga pake basa-basi. Gw terkejut-kejut membacanya. Gw belum siap mendengar (membaca?) kabar itu. Padahal gw baru saja mulai merajut mimpi (apaan siy?) tiba-tiba aja mimpi gw berubah menjadi benang kusut. Harapan yang gw bangun tiba-tiba hancur berkeping-keping. Ga ada yang tersisa selain setetes, dua tetes air mata. Gimana perasaan gw saat ini? Gimana ya? Gw juga bingung… Gimana dong?
Kenapa harus dia? Kan masih banyak orang lain…
Jangan sekarang dong… Tunggulah di saat gw sudah lebih bijak… Sudah bisa menerima kenyataan…
Kenyataan bahwa ternyata yang namanya mimpi itu ga selalu menjadi kenyataan…
Tolong hentikan waktu… Sebentaaaaaaar aja… Hentikan sampai gw mampu menahan agar air mata ini ga tumpah… Tunggu sampai gw mampu untuk berpura-pura tersenyum bahagia…
Tenang, Bano… Masih ada kesempatan lain. Seperti yang lo bilang tadi siang, “Masih banyak buaya di sungai.” Lho??? Kok ga nyambung? Btw, emang buaya hidup di sungai ya?
Nah, Bano… Masih berani bermimpi? Duh, gimana ya?