MuslimMatrimonial.Com
Assalamu’alaykum, all…
Gw akui kalo gw ga gaul soal Yahoo! atau Geocities. Gw baru menyentuh Yahoo! kalo ngirim atau nerima email. Satu-satunya produk Yahoo! yg sering gw pake Yahoo! Messenger. Akibat ga gaulnya gw, kemaren (01/07/2007) secara ga sengaja gw tersesat di dunia Yahoo! & Geocities. Awalnya gw ga nyadar nyasar dimana. Pas gw perhatikan ternyata ada iklan begini :
Gw lumayan kaget waktu melihatnya. Ga nyangka Yahoo! punya iklan beginian. Lalu gw ‘iseng mencari’. Ternyata banyak orang Indonesia yang jadi anggotanya. Udah gitu ada pilihan sunni atau syi’ah.

Gw sampe ketawa-ketawa sendiri waktu masuk ke situsnya. Mencari pasangan (suami/istri) dengan cara begini aman ga? Ada yang minat mencoba?




kok gw ndak yakin ya ma tu situs..
ngeliat iklannya aja bikin gw gerah. mungkin gw terlalu berburuk sangka, tp mnrt gw itu beralasan. kenapa cuma muslim? mana yg lain? trus jg karena gw curiga gmn bisa tu iklan selalu menghiasi kolom iklan di yahoo? ada apa dibalik situ muslimmatrimonial ini? ah.. tolong koreksi klo salah
Comment by oq — July, 02 2007 @ 7:47 pm
@oq : santai, Mas… dalam Islam kan ga ada pacaran, adanya taaruf… mungkin mereka ingin memfasilitasi aja… tapi tetap aja kita harus waspada… profil bisa menipu… hauhauhau…
Comment by SiPipiApel — July, 02 2007 @ 8:20 pm
hmmph.. ana pernah liat situs ini sebelumnya tapi ngga mau coba2 nyari.. cuz a lot of internet users is a fake.. so i prefer murrobi once to choosing me a wife… karena.. “Mencari istri/suami yang utama bukanlah untuk kebahagiaan kita pribadi, melainkan mencari istri/suami untuk mendidik&mengantarkan anak2 buah hati kita kelak kepada Allah SWT…” Allahualam bisshowab….
Comment by byuaholic — July, 03 2007 @ 11:35 am
@byuaholic : stuju!!! jadi kapan, akh? undangannya ditunggu
Comment by SiPipiApel — July, 03 2007 @ 11:55 am
Tertarik Saya Masuk Situ…, asal yang punya Blog juga Masuk…
:)
Comment by bLue — July, 12 2007 @ 9:09 pm
Ngomong2x aku punya sahabat di Jakarta, yang akhirnya menikah karena awalnya dipertemukan lewat Friendster
bener loh ! si byuaholic juga tau
Comment by fatah — July, 13 2007 @ 11:00 am
@bLue : hohohoho… saat ini gw ga minat gabung ama yang begituan… saya lebih tertarik ama manusia nyata
@fatah : banyak contoh sukses duniamaya yang mempertemukan sepasang anak manusia… aku jadi menebak2, kira2 aku dapetnya dari dunia nyata atw dunia maya
Comment by SiPipiApel — July, 13 2007 @ 9:12 pm
Emang Saya Manusia Apaan ? Robot ? ato cuman Binary-man ?
Comment by bLue — July, 16 2007 @ 2:40 am
@bLue : apaan aih? gw ga ngerti? hooo… jawaban gw itu ya? ‘manusia nyata’ itu orang-orang yang gw temui di dunia, bukannya orang-orang ga jelas yang bertebaran di internet
maaf kalo membuat lo salah mengerti…
Comment by SiPipiApel — July, 16 2007 @ 8:57 am
Nih Liat gambarnya…
http://www.geocities.com/ikan_bolu03/emo/33.png
Comment by bLue — July, 17 2007 @ 10:28 am
seneng ajah buka muslimmat, banyak sahabatnya, thank
Comment by komari — August, 14 2007 @ 10:34 am
s
Comment by zakariyapallangod — September, 25 2007 @ 6:49 pm
Tuntunan dan Bimbingan
Al Qur’anul Karim dan Sunnah Rasul
tentang Kewajiban dan Hak
Suami – Istri , Ayah – Ibu dan anak-anak.
Kewajiban Suami / Kepala Keluarga.
1. “ Dan karenaa rahmat-Nya Dia jadikan untuk mu malam dan siang , supaya kamu ber-istirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian dari Karunia-Nya pada siang hari dan agar kamu ber-syukur kepada-Nya. “( Al Qashash , 28 : 73 ) , “ Carilah rejeki itu disisi Allah , Sembahlah DIA dan bersyukurlah kepada-Nya. Kepada-Nyalah kamu akan dikembalikan.”( Al’Ankabuut, 29 : 17
2. “ Sesungguhnya Allah itu mencintai orang Mukmin yang bekerja” (HR.Thabrani ) ( bekerja apa saja yang penting halal & membawa berkah dan ridho Allah )
3. “ Bekerjalah , hai keluarga Daud. Dan bersyukurlah “ ( Saba’ , 34 : 13 )
4. “ Dan diantara tanda-tanda kekuasaan Nya ialah tidur-mu diwaktu malam dan siang hari dan usaha-mu mencari sebagian dari karunia-Nya . Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mendengarkan.(Ar Ruum,30 : 23 ) , ( rejeki finansial , kesehatan , hidayah dll )
5. Barang siapa meninggalkan shalat azhar dengan sengaja maka Allah akan mengga -galkan amalan-nya ( usahanya ) ( HR. AL Bukhari )
6. “ Dari Sa’ad bin Abi Waqqash , sesungguhnya Rasulullah pernah bersabda kepada - nya , “ Sesungguh-nya engkau tidak akan memberikan nafkah suatu nafkah yang dengan itu engkau hendak mencari Ridla Allah , melainkan engkau akan diberi pahala , sampai apapun yang engkau letakkan pada mulut istrimu “ ( HR. Bukhari )
7. “ Pria menjadi pimpinan wanita karena Allah telah memberikan kelebihan (kekuatan) kepada lelaki dari wanita dan karena pria bertanggung jawab menafkahkan hartanya “ ( An - Nisaa’ , 4 : 34 )
8. “ Dan kewajiban Ayah memberi makan dan pakaian kepada para Ibu dengan cara yang ma’ruf . . “ ( Al Baqarah, 2 : 233 )
9. “ Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuan -nya . Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberi - kan Allah kepadanya . Allah SWT tidak akan memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekadar apa yang Allah berikan kepada-nya . Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan . ( Thalaaq , 65 : 7 ) , “ Bantuan-mu kepada Istri kamu adalah sedekah.” ( HR. Dailami )
10. “ Hai orang-orang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka.” ( At Tahrim , 66 : 6 )( Tugas Utama Imam dalam Keluarga ! )
11. “ Tempatkanlah mereka ( para istri ) dimana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka untuk menyempit kan ( hati ) mereka . “ ( Ath – Thalaaq , 65 : 6 )
12. “ Hai orang – orang beriman , sesungguhnya diantara istri-istri-mu dan anak – anak-mu ada ( yang menjadi ) musuh bagi-mu , maka berhati-hatilah terhadap mereka , dan jika kam maafkan dan berlapang dada dan kamu menutupi kesalahannya , maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Hanya sesungguhnya harta – harta kamu dan anak - anak kamu adalah cobaan. Dan di sisi Allah pahala yang besar. Maka bertaqwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupan-mu , dan dengar-lah dan taat-lah , serta belanjakanlah ( harta ) kamu , itulah yang lebih baik bagi diri kamu. Dan barang siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya , maka mereka itu-lah orang – orang yang beruntung. Jika kamu meminjamkan kepada Allah suatu pinjaman yang baik , niscaya DIA lipat gandakan ( ganjaran nya ) bagi kamu dan DIA mengampuni kamu. Dan Allah Maha Penerima syukur lagi Maha Penyantun. Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata , Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. ( At Taghaabun , 64 : 14 – 18 ) , ( Anak – anak dan Istri yang bersifat materialistis dan duniawi akan membuat suami tergoda untuk mencari rejeiki yang tidak halal dan memboros kan hartanya untuk kepentingan hawa nafsu duniawi anak – dan istrinya , tapi bila sang ayah , kepala RT diberi rejeki yang berlimpah oleh Allah SWT. dia harus ingat bahwa hartanya tersebut ada juga bagian orang – orang miskin , anak yatim dll sebagainya , dengan membelan - jakan harta karunia amanah Allah SWT dengan baik dijalan Allah maka Suami dan keluarganya akan memperoleh ganjaran dari Allah SWT. dengan berlipat ganda , utama - nya pengampunan dari Allah SWT. dan kebaikan hidup didunia dan di Akhirat karena dirinya dan keluarganya dalam pemeliharaan Allah SWT. dengan segala rahmat dan karunia-Nya. )
13. ” Istri-istri yang kamu kawatirkan akan berbuat nusyuz ( tidak mematuhi / menentang suaminya , melawan , durhaka, merasa lebih unggul/lebih pintar) maka nasehatilah ( pada tingkat pertama , bila tidak mempan ) , berpisah tempat tidurlah kamu ( pada tingkat kedua bila itu tidak mempan ) pukulah mereka ( dengan pukulan yang tidak berat / menyakitkan ) Jika mereka mentaatimu , janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menganiaya. Sesungguh-nya Allah Maha tinggi lagi Maha Besar. ( A n –Nisaa’ , 4 : 34 )
14. “ Dan orang-orang yang sabar karena mengharap keridhaan Tuhan-nya , mendirikan shalat , dan menafkahkan sebahagian rezeki yang kami berikan kepada mereka dengan tersembunyi atau terang-terangan , menolak kejahatan dengan kebaikan , bagi mereka tempat kesudahan yang baik ( yaitu ) surga “ Adn yang mereka masuk kedalamnya bersama orang-orang saleh dari bapak-bapak mereka , istri-istri mereka , dan keturunan mereka , sedang malaikat-malaikat masuk ketempat - tempat mereka dari setiap pintu ( dengan ucapan ) Keselamatan atas kamu dengan kesabaran kamu , maka inilah sebaik-baik tempat kesudahan “. ( Ar Ra’du,13 : 22-24 )
15. Abu Hurairah r.a mengisahkan bahwa Nabi saw. Bersabda , “ Seseorang yang memperoleh ( harta ) secara sah ( halal , menurut hukum ) , menyelamatkan dirinya dari minta-minta dan menunaikannya demi makan dan minum keluarganya dan menolong tetangganya , akan berjumpa Allah SWT. Dihari pengadilan dengan wajah bercahaya bagaikan bulan. Dan seorang yang memperoleh ( harta) secara tidak halal ( menurut hukum ) dengan suatu pandangan lebih beruntung dari-pada sebelumnya dan untuk menunjukkan bahwa kekayaannya lebih besar dari pada orang lain , akan bertemu dengan Allah SWT. Dalam kemurkaan. “( HR. Baihaqi )
16. “ Hai hamba-hamba-Ku yang beriman , Sesungguhnya bumiku luas , maka hanya kepada-Ku kamu mengabdi.” ( Al ‘Ankabuut , 29 : 56 ) , “ Dan betapa banyak binatang yang tidak menanggung rejeki-Nya, Allah-lah yang memberi rezeki kepada-Nya dan kepada-Mu , dan Dia Maha Mendengar lahi Maha Mengetahui.“(Al ‘Ankabuut , 29 : 60 ) ( Apalagi kita manusia beriman yang diberikan karunia Kecerdasan/akal. / Pendengaran , Penglihtan dan HATI !!! )
17. “ Adalah sangat cukup membuat seorang menjadi pendosa , bahwa ia menghindari apa yang menjadi tanggungannya.” ( Riyadh Ash-Shalihin , Abu Dawud dll )
18. Peringatan bagi para suami / Kepala Keluarga
a. “ Dan Kamu mencintai harta dengan kecintaan yang berlebih – lebihan . “ ( Al Fajr, 89 : 20 )
b. “ Sesungguhnya manusia sangat ingkar kepada ( nikmat ) Tuhan-nya. Dan sesung - guhnya ( manusia ) atas yang demikian adalah menyaksikan. Sesungguhnya dia sangat cinta kepada harta benda ( tamak ) “ ( Al ‘ Aadiyaat , 100 : 6 – 8 – 11 )
c. “ Sebenarnyalah , sesungguhnya manusia suka melampui batas , karena memandang dirinya kaya. ( Serba cukup ) ” ( Al ‘ Alaq , 96 : 6 – 7 )
d. “ Dan kalau Allah melapangkan rezeki bagi hamba-hamba-Nya , niscaya mereka melampui batas dibumi. “ ( Asy-Syuuraa , 42 : 27 ) ,
e. “ Adapun orang yang melampui batas , dan lebih mengutamakan kehidupan dunia , maka sesungguhnya nerakalah tempat tinggal ( nya ). Dan adapun orang-orang yang takut kepada Kebesaran Tuhan – nya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya , maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal (nya) “ ( An nazi’at , 79 : 37-41 )
f. “ Dan dihiasi kehidupan manusia itu dengan kecintaan dan kecenderungan kepada wanita – wanita , anak keturunan , harta yang berlimpah dari emas , perak dan kuda tunggangan yang bagus , binatang ternak dan sawah ladang . Itu semua adalah kesenangan hidup didunia , sedangkan disisi Allah – lah tempat kembali yang lebih baik ( surga ) ( Ali’Imraan , 3 : 14 ) ,
g. “ Sebenarnya kamu ( hai manusia ) mencintai kehidupan dunia dan meninggalkan ( kehidupan ) akhirat “ ( Al Muddatstsir , 74 : 20 – 21 , Al Baqarah , 2 : 86 ) ( Sifat/perilaku umum manusia , dan bukanlah sifat / perilaku manusia calon penghuni surga ) , “ Hai orang yang beriman janganlah harta-mu dan anak-anak-mu melalaikan kamu dari mengingat Allah . dan barang siapa yang berbuat demikian , mereka itulah orang-orang yang rugi.” ( Al Munaafiquun , 63 : 9 ) , ( QS.24 : 37 > Ar Ruum , 30 : 21 )
j. Seorang Istri yang karena Ilmu Dunia-nya , memperoleh kesempatan untuk bekerja diluar rumah ( wanita karier ) , maka Ia harus bersyukur kepada Allah SWT. dan suaminya , dengan tidak meninggal kan kewajibannya sebagai seorang Istri dan Ibu. Jangan sampai kecintaannya bekerja diluar rumah sampai lupa diri / tidak tau diri , contoh : Terhadap Boss/ Pimpinan-nya di Kantor , dia sopan , hormat dan tunduk / taat , mau mendengar nasehat dan kritikan , diperintah Boss-nya segera dijalankan , tapi ketika ada dirumah , dia bertingkah seperti Boss , berani melawan dan membantah saran dan nasehat suami-nya , bahkan sampai – sampai berani memarahi suami-nya , Sungguh perlu dikasihani dan diperingatkan Model Istri yang seperti ini , dia lebih takut dipecat oleh Boss-nya , dari pada takut masuk neraka.
k.DLL. ( Baca Al Ahzab , 33 : 28 s/d 34 )
Pakaian Wanita Muslim
1. Hai Anak Adam sesungguhnya KAMI telah menurunkan kepada-mu pakaian untuk menutupi aurat-mu dan pakaian indah untuk perhiasan dan pakaian taqwa . . . . “ ( Al A’Raaf , 7 : 26 , 31) ,
2. “ Dan hendaklah mereka menutup kaun kudung sampai ke-dada-nya “. ( An Nuur , 24 : 31 )
3. “ Katakanlah , hai Nabi, kepada istri-istri-mu , anak-anak gadis-mu dan istri-istri orang ber-iman, “ Hendaklah mereka menutupi baju kurung-nya kebadan mereka ( waktu keluar rumah ) .” Yang demikian lebih memudahkan untuk mengenal mereka dan mereka tidak akan diganggu. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. ( Al Ahzab , 33 : 59 )
4. “ Dan dari Abu Hurairah ra. Berkata , “ Sabda Rasulullah saw, “ Ada dua golongan ahli neraka yang aku belum pernah melihatnya , yaitu kaum lelaki yang memegang cemeti bagaikan ekor sapi dipukulkan pada orang lain , dan perempuan – perempuan yang berpakaian tapi telanjang , serong dan menyerong kan , kepala mereka seperti punuk-punuk unta yang miring. Mereka tidak bisa masuk surga dan tidak bisa merasakan baunya, padahal bau surga itu sebenarnya dapat dirasakan dari jarak sekian , sekian “ ( HR. Ahmad & Muslim )
5. Dll. (Terang tidaknya pancaran cahaya keimanan & ketaqwaan seorang Muslimah bisa dilihat dari pakaian & penampilannya serta tutur kata & pandangan matanya )
WANITA DIKAWINI KARENA 4 HAL :
1. Karena hartanya.
2. Karena Kemuliaannya ( keturunannya )
3. Karena kecantikannya.
4. Karena agamanya. Maka pilihlah karena agamanya , akan beruntung lah kamu.
( HR. Bukhari dan Muslim ) ( baca An Nuur , 24 : 26 , Ar Ruum , 30 : 21 )
“ Dunia itu adalah sebagai satu hiasan , dan sebaik – baik hiasan dunia itu adalah wanita yang baik ( shalihah ) ( HR. Muslim ) ( An Nuur , 24 : 31 )
Maka perempuan – perempuan yang saleh ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri dibalik belakang suami-nya , sebagaimana Allah telah memelihara dirinya. ( An Nisaa’ , 4 : 34)
Tugas dan Tanggung jawab Ayah dan Ibu
Kepada Anak-anak-nya
1. Sahabat Anas Ra. Pembantu Rasulullah saw. Yang paling tulus dan setia , menggambarkan , “ saya tidak pernah melihat seseorang yang dapat mencintai anggota keluarga-nya lebih besar dari pada rasulullah. “ ( HR. Bukhari )
2. “ Dan perintahkan kepada keluarga-mu mendirikan shalat dan bersabar -lah kamu dalam mengerjakannya “ ( Ath Thahaa , 20 : 30 ) , Suruhlah anak-anakmu shalat bila berumur tujuh tahun dan gunakan pukulan jika mereka sudah berumur sepuluh tahun ( bila malas ) dan pisahkanlah tempat tidur mereka ( putra-putrimu ) ( HR.Abu Daud ) , Warisan bagi Allah ‘ Azza wajalla dari hamba-Nya yang beriman ialah putra-nya yang beribadah kepada Allah sesudahnya.(HR.Aththahawi )
3. Abdullah bin Abbas Ra. Menyampaikan bahwa Rasulullah saw. Berkata , “ Sayangi-lah anak-anak-mu dan berilah mereka pendidikkan yang pantas “. ( HR. Ibnu Majah )
4. “ Tekunilah anak-anak-mu dan perbaikilah kesopanan mereka.” (HR.Ibnu Majah) ( tekun dalam hal pendidikan moral , akhlaq , Etika sopan santun dll ) , “ Tidak ada pemberian yang paling utama dari seorang ayah kepada anak-nya , selain ( pemberian ) berupa kesopanan yang baik . “ ( HR. Tirmidzi ) , Seorang datang kepada Nabi Saw. Dan bertanya : “ Ya Rasulullah , apa hak anak-ku ini ? , Nabi Saw. menjawab , “ memberinya nama yang baik , mendidik adab yang baik ( budi pekerti yang baik ) , dan memberikan kedudukan yang baik (dalam hatimu) (HR. Aththusi ) , Rasululloh SAW. bersabda , “ Diantara hak anak atas orang tua adalah memperbaiki adabnya dan mem - berinya nama yang baik.” ( Al Hadits )
5. Abu Qulabah menyatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda , “ Siapakah yang paling pantas menjadi orang yang diberi pahala ( oleh Allah SWT. ) daripada orang-orang yang mengeluarkan hartanya untuk anak-anaknya agar mereka selamat dari pada kemungkinan mengemis/meminta-minta dan menjadi makmur” ( HR.Tirmidzi )
6. Rasulullah saw berkata , “ Engkau akan dipanggil dengan namamu dan nama ayah - mu , Jadi berilah nama-nama yang bagus untuk anak-anak-mu.” ( HR.Abu Dawud )
7. Bukanlah dari golongan kami orang yang diperluas rezekinya oleh Allah lalu kikir dalam menafkai keluarga-nya.( HR.Adailami ),(tapi borospun dilarang ! )
8. “ Jangan lah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan , Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka . . . . . . , demikian itu yang diperintahkan oleh Tuhan-mu kepada-mu supaya supaya kamu memahami-nya.” ( Al An’aam , 6 : 151 Baca At Taubah , 9 : 28b ) , Wallaahu yarzuqu may yasyaa-u bi ghairi hisaab. ( Al Baqarah , 2 : 212 , QS.9 : 28 > kedua orang tua masing – masing pasangan dan jika diperlukan orang kelima = Al Ustad /ahlinya ), Kebenaran itu pada tempatnya dengan menemukan kesalahan setelah kesalahan ditemukan , letakkan kesalahan itu pada tempatnya , bila pasangan salah satu diantaranya ditemukan kesalahan dalam bersikap dan beramal , kesalahan disebabkan karena dalam peri kehidupan menyimpang dari tuntunan Hukum dan dalil , kemudian tidak mau memperbaiki kesalahan dan melakukan kebenaran , tidak mau mendengar , tunduk dan taat kepada Allah SWT. dan Rosul-Nya maka pasangannya boleh mengambil sikap tegas. = > Yang Haq tidak dapat bercampur dengan yang bathil , atau tidak boleh dicampurkan antara yang haq dengan yang bathil.
l) Riwayat Nabi Nuh dan Nabi Luth ( An Naml , 27 : 57 , At Tahrim , 66 ; 10 ) , masing – masing dipisahkan dengan istri mereka oleh Allah SWT. karena ketidak taatan istrinya. Demikian juga halnya antara Firaun dan istrinya ( At Tahrim 66 : 11 ) , dipisahkan dengan kematian , dan ada juga pasangan anak manusia yang dipisahkan oleh Allah SWT.dengan perceraian.)
m) “ Dan perempuan – perempuan yang baik adalah bagi laki – laki yang baik , Dan laki – laki yang baik adalah bagi perempuan – perempuan yang baik. Mereka itu terlepas ( bersih ) dari apa yang diperkatakan orang. Bagi mereka ampunan dan rejeki yang mulia. “ ( An Nuur , 24 : 26 , baca ayat 3 nya )
n) Wal ladziina yaquuluuna - rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaa - tinaa qurrata a’yuniw waj’alnaa lil muttaqiina imaamaa. = Dan orang – orang ang berkata ( berdoa ) , “ Ya Tuhan kami anugerahilah kami istri-istri dan keturunan kami sebagai penyenang hati , dan jadikanlah kami pepimpin bagi orang – orang yang bertaqwa. “ ( Al Furqaan , 25 : 74 ) , Rabbij ‘alnii muqimash shalaati wa min dzurriyyatii rabbanaa wa taqabbal du’aa’. Rabbanagh fir lii wa li waalidayya wa lil mu’miniina yauma yaquumul hisaab. = Ya Tuhanku , jadikanlah aku dan anak cucu-ku orang – orang yang mendirikan shalat , Ya Tuhan kami perkenankanlah doa-ku. Ya Tuhan kami , ampunilah aku , ibu bapak-ku serta orang – orang mukmin pada hari terjadinya hisab ( akhirat) ( Ibraahiim , 14 : 40-41 )
o) “ Hai orang-orang yang ber-iman , janganlah kamu menghianati Allah dan Rasul ( Muhammad ) dan ( juga) janganlah kamu menghianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu , sedang kamu mengetahui “( An Anfaal , 8 : 27 ) , “ Ada tiga perkara , barang siapa berada dalam perkara tsb , maka dia akan munafik , sekalipun dia berpuasa , sembahyang , sudah haji dan umrah , bahkan mengatakan , “ Sesungguhnya aku orang islam “. Orang tsb. yaitu : (1.) Apabila ia berbicara ia berdusta , apabila (2.) berjanji mungkir , dan apabila (3.) diberi amanat berhianat. ( H.R.Muslim & HR.Bukhari) , “ . . . dan tidak ada agama bagi orang yang tidak menepati janji “ ( HR.Adailami ),“ Hai orang yang beriman , tepatilah janji-mu !( Al Maa-idah , 5 : 1 ) , “ . . . dan tepatilah janji-mu. Sesungguhnya janji itu akan dimintakan pertanggung jawabannya. “ ( Al Israa’ , 17 : 34 ) “ ( Bahwa ) . “ Siapa menepati janjinya dan takut kepada Allah , maka sesungguhnya Allah mengasihi orang-orang yang taqwa.” (QS. Ali Imran , 3 : 76) , “ Sesungguhnya berjanji dengan baik itu termasuk dari iman ( HR. Hakim ) , “ Tidak beriman orang yang tidak memegangkan amanat , ( HR. Adailami ) , “ Sama sekali tak ada iman bagi orang yang tak ada amanat bagi-nya dan tak ada shalat ( yang syah ) bagi orang yang tidak ada kesucian baginya.” ( HR. Thabrani )
p) Dll.
5. “ Dan diantara orang-orang yang Kami ciptakan terdapat umat yang memimpin (manusia ) dengan kebenaran dan dengan itu (pula ) mereka berlaku adil . “ ( Al A’Raaf , 7 : 181 , Al Maa-idah , 5 : 55 - 58 ). “ Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya , dan menyuruh kamu ) apabila menetapkan hukum diantara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil .” ( An Nisaa’ , 4 : 58 , At Taubah , 9 : 67-69 , An Nisaa , 4 : 147 ) , “ Hai orang – orang-orang yang beriman hendak-lah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan( kebenaran ) karena Allah , menjadi saksi dengan adil , Dan janganlah sekali-kali kebencian-mu terhadap suatu kaum , mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlakulah adil , karena adil itu lebih dekat kepada taqwa. Dan bertaqwalah kepada Allah , sesungguh-nya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan ” ( Al Maa-idah , 5 : 8 ) , “ Orang yang paling dicintai oleh Allah pada hari kiamat dan paling dekat tempat duduk-nya dari pada-Nya adalah : pepimpin yang adil. Dan orang yang paling dibenci oleh Allah dan yang paling jauh tempat duduk-nya dari pada-Nya adalah pepimpin yang menyeleweng “ ( HR. Tirmidzi )
6. ” Istri - istri yang kamu kawatirkan akan berbuat nusyuz ( tidak mematuhi / menentang suaminya , melawan / membantah , durhaka, merasa lebih unggul/lebih pintar) maka nasehatilah ( pada tingkat pertama , bila tidak mempan ) , berpisah tempat tidurlah kamu ( pada tingkat kedua bila itu tidak mempan) pukulah mereka ( dengan pukulan yang tidak berat / menyakitkan ) Jika mereka mentaatimu , janganlah kamu mencari-cari jalan untuk meng - aniaya. Sesungguh-nya Allah Maha tinggi lagi Maha Besar. ( A n Nisaa’ , 4 : 34 ) , “ Tidakkah seseorang dari kalian malu untuk memukul istrinya seperti memukul seorang budak ? Ia memukulnya diawal hari , lalu menyetubuhinya di akhir hari. “ ( HR. Bukhari , Muslim dan Tirmidzi ) ( seorang Suami tidak boleh ringan tangan kepada siapapun terlebih lagi kepada sang istri. Sedikit – sedikit marah , sedikit – sedikit memukul./pen )
7. “ Berkehendaklah yang baik terhadap wanita , karena wanita itu diciptakan dari tulang rusuk. Sesungguhnya tulang rusuk yang paling bengkok adalah yang paling atas . Maka jika kamu hendak meluruskan-nya , niscaya engkau akan mematahkannya , dan jika engkau membiarkannya maka dia senatiasa bengkok. Maka dari itu berkehen - dak baiklah terhadap wanita “ (di takhrij Asy-Syaikhany dan at Tirmidzy.)
8. Ada tiga golongan yang tidak dapat masuk surga , : 1. Orang yang sudah tua tetap berzina , 2. Pepimpin yang bohong , 3. Kepala keluarga yang sombong. ( HR. Al Bazzar )
9. “ Bertaqwalah kamu kepada Allah dalam urusan wanita , karena sesung - guhnya kamu jadikan mereka sebagai istri berdasarkan amanat Allah , dan kamu halalkan bergaul dengan mereka berlandaskan kalimat Allah ( Muslim )
10. “ Yang paling baik diantara kamu ialah yang paling baik terhadap istri-istri -nya . Dan aku adalah yang paling baik diantara kalian terhadap istri-istriku “ ( Nasa’ie & Tirmidzi )
11. “ Sesungguhnya Allah membenci setiap orang yang kasar dan selalu bersikap angkuh terhadap istrinya “ ( Bukhari dan Muslim. ) ( untuk diperhati - kan bagi kaum muslimin ! ! ! / pen )
12. “ Allah tidak menyukai pria yang bersuara keras ( tinggi ) tetapi Allah suka kepada yang bersuara lembut. “ ( HR. Al baihaqi ) = > Mengapa ? , ya , karena , “ Sesungguhnya Allah sangat berbelas kasihan dan suka kasih-sayang , lemah lembut dalam segala hal “ ( HR.Bukhari & Muslim ) (At Taubah, 9 : 128 ) , “ Sesungguhnya Allah Maha Lemah – Lembut , mencintai kelemah – lembutan dan memberi orang yang lemah – lembut apa yang tidak diberikan kepada orang yang keras dan apa yang tidak diberikan kepada orang lain. “ ( Al Hadits )
13. Dan pergaulilah mereka ( istri ) dengan sopan kalau kamu benci kepada mereka , hendaklah kamu bersabar. Karena boleh jadi kalian membenci sesuatu , padahal Allah menjadikan dibalik itu sesuatu kebaikan yang banyak. “ ( An Nisaa , 4 : 19 ) , “ Janganlah seorang mukmin laki-laki ( suami ) membenci seorang mukmin perempuan ( istri ) jika ada sesuatu perangainya yang tidak ia sukai , maka diapun akan menyukai pada perangainya yang lain. (HR.Muslim )
14. “ Yang paling sempurna iman - nya diantara kaum mu’min ialah yang paling sempurna Akhlaknya & paling lemah – lembut terhadap istrinya “ ( Nasa’ie dan Tirmidzi )
15.“ Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf/baik. Akan tetapi , para suami mempunyai satu tingkatan kelebihan dari para istrinya. Dan Allah Maha perkasa lagi Maha bijaksana “ ( Al Baqarah , 2 : 228 ) ( karena secara umum ia lebih kuat & sebagai pencari Nafkah , demikian dari sisi agama seorang laki – laki tidak ada halangan khusus untuk shalat lima waktu dan berpuasa wajib. Dalam kesaksian 2 dua wanita sama dengan satu lelaki , namun demikian kehendak Allah SWT. Atas kelebihan ini , bukan menjadikan lelaki sombong dan sewenang – wenang , melainkan sebaliknya , ia harus mampu melidungi wanita dan menghormati harkat dan martabat kewanitaannya )
Catatan Penulis : ( Berkaitan hubungan Vertikal dengan Allah SWT. manusia baik dia perempuan maupun laki – laki secara pribadi mereka masing – masing adalah sama dihadapan Allah SWT. yang membedakan mereka disisi Allah SWT. adalah kadar Keimanan , Ketaqwaan dan Keikhlasan mereka kepada-Nya , tapi hubungan secara Horizontal dikaitkan dengan hukum Allah SWT. dan dirinya sebagai insan sosial maka Suami memiliki kedudukan disisi Allah SWT./ setingkat diatas istrinya , karena suami adalah Pepimpin / Imam dalam Keluarga yang akan dimintakan pertanggung jawaban - nya sebagai kepala Keluarga / Imam pada hari pengadilan nanti - juga bagi statusnya yang lain , demikian pula Istri dia adalah Pimpinan dalam keluarga disaat suaminya tidak ada di Rumah , dia wajib menjaga harta suami dan anak-anaknya dll nya dan inipun akan dimintakan pertanggung jawaban - nya kelak , baik status sebagai Istri , maupun Ibu bagi anak-anak suaminya )
16. “ Semua kamu adalah pemimpin dan bertanggung jawab atas kepemimpinan - nya. Seorang imam (pemimpin) dan bertanggung jawab atas rakyatnya. Seorang suami pemimpin dalam keluarga-nya. Seorang istri pemimpin dan bertanggung jawab atas penggunaan harta suaminya. Seorang pelayan (karyawan) bertang - gung jawab atas harta majikannya. Seorang anak bertang - gung jawab atas penggu - naan harta ayah-nya.” ( HR. Bukhari dan Muslim )
17. Dari Aisyah Ra berkata, saya bertanya kepada Rasulullah Saw. , “ Siapa yang paling berhak atas seorang wanita ? , Beliau berkata : “ Suaminya “ , Siapa yang paling berhak atas suami ? “ Beliau menjawab , “ Ibunya “ . ( HR. Hakim/Hasan ) , “ Dari Aisyah ra. Dia berkata , “ Saya bertanya kepada Rasulullah saw. , “ Siapakah orang yang lebih besar haknya bagi seorang istri ? “ Beliau bersabda , “ Suami-nya ! ( HR. Bazzar dan Hakim )
Catatan Penulis : ( Sungguh Ketentuan Allah SWT. lewat as Sunnah dalam dalil ini sangat berat untuk diakui dan diterima oleh para Istri dan atau Orang Tua dari pihak Istri yang Kadar Iman , Ilmu dan Taqwanya masih tipis , mereka hanya mengandalkan Ratio dan ego – hawa nafsunya saja , sehingga masih banyak kita jumpai seorang istri yang tidak akur dengan mertuanya / Ibu dari suaminya atau Ibu dari sang istri ikut menyampuri urusan Keluarga Anak perempuannya terlalu jauh sehingga menginjak – injak hak dari suami anak perempuannya , oleh karena itu wahai para suami jangan engkau menjadi lemah sebagai Imam dalam keluarga-mu terhadap Istri – istri-mu juga anak-anak-mu - perbanyak ilmu agama-mu , perbanyak mengenal Allah dan Rasul-Nya , dan menjadilah taat dengan ilmu-Nya kepada Perintah Allah SWT. dan Rasul-Nya Muhammad SAW. dan jadilah Pepimpin yang Arif , Tegas dan berwibawa dihadapan seluruh anggota keluarga-mu tanpa terkecuali - didalam menegakkan Hukum – Hukum Allah SWT. dan Rasul-Nya yang berlaku , yang mengikat seluruh kehidupan dirimu dan keluarga-mu ! , Jangan pernah biarkan anak – anak dan istrimu didekatkan dan dimasukan kedalam neraka karena menjadi orang – orang yang membangkang kepadamu , yang akhirnya menyeretmu juga bersama mereka kedalamnya , tentukan pilihan kebenaran-mu ( Al qur’an dan as sunnah ) sekarang juga ! , demikian juga engkau - wahai para Istri dan Para Ibu / Bapak Mertua ! )
18. “ Wanita yang saleh , ialah yang memelihara kehormatannya waktu suami -nya keluar rumah sebagai mana Allah telah memeliharanya.” ( An Nisaa’ , 4 : 34 ) “ Dunia itu adalah sebagai suatu hiasan , dan sebaik-baiknya hiasan dunia itu adalah wanita yang baik ( Shalihah ) ( HR. Muslim ) , Dari Ibnu Abbas Ra berkata , Rasulullah Saw berkata klepada umar Ra , “ maukah kamu saya beri tahu sebaik-baiknya simpanan seseorang ? , Ia adalah istri yang shalihah , apabila suaminya melihat ia menyenangkan , apabila ia memerintah -nya ia taat , dan apabila suaminya pergi ia menjaga kehormatannya dan harta suaminya. “ ( HR.Abu Daud , Ibnu Majah. ) , Dari Abu Hurairah Ra berkata, Rasulullah bersabda , “ Para wanita Quraisy adalah wanita terbaik. Mereka naik unta , menyayangi anak ketika kecil dan menjaga suami serta harta yang dimiliki. “ ( HR. Muttafaqun ‘ Alaihi. )
( Wanita yang sebaliknya adalah wanita yang aji mumpung , ketika suaminya keluar rumah , misal tugas kantor , maka iapun diam – diam pergi keluar rumah bersenang – senang dengan teman- teman atau tetangganya dll , misal ke Mal , kafe , atau ngobrol ngalur – ngidul , ber GIBAH ria dll. / pen )
Salah satu bukti Istri soleha yang menyayangi suaminya , suaminya yang disayangi Allah SWT. karena kesolehannya adalah : “ Bagaimana ia dengan amal soleha-nya demi mengharapkan ridho Allah SWT. berperilaku baik kepada kedua mertuanya khususnya Ibu Mertuanya , yang karenanya Ibu mertuanya menjadi sayang kepada-nya , karena Ibu mertua sayang kepadanya , membawa ibu mertua dan suaminya sayang dan ridho kepada anak lelakinya , berlanjut lagi karena keridhoan mertuanya kepada suaminya , membuat juga ridho suaminya kepada dirinya. Subhanallah , pada akhirnya , Insyaalah berujung juga kepada Ridho Allah SWT. bagi dirinya untuk surga-Nya. ( hanya perilaku kasih – sayang istri terhadap mertuanya ini juga harus arief dan cerdas , jangan sampai kebaikannya ini menimbulkan kecemburuan bagi mantu – mantu perempuan yang lain dari ibu mertuanya , juga bagi anak – anak perempuan ibu mertuanya , berupaya-lah bisa menjadi suri tauladan yang baik bagi wanita – wanita dalam keluarga suami maupun keluarga sendiri ( orang tua-nya ) , suritauladan sebagai wanita yang soleha , yang disayangi semua anggota keluarga besar , baik dari keluarga besar suami maupun dari keluarga besar sang istri/dirinya . )
19. Sembahlah Allah dan janganlah kamu menyekutukan Dia dengan apa juapun. Berbuat baiklah kepada ibu-bapak , karib-kerabat, anak-anak yatim , orang-orang miskin , tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh , teman sejawat , orang musafir “.Sesungguhnya Allah tidak mengasihi yang sombong dan memamer - kan diri ( An Nisaa’, 4 : 36 )
20. “ Barang siapa tidak berterima kasih kepada orang , ia tidak bersyukur kepada Allah ” ( HR. Abu Daud ,Tirmidzy ,ahmad. ) , “ Dari Abdullah bin Umar Ra berkata, Rasulullah Saw bersabda , ‘ Allah SWT tidak melihat kepada seorang wanita yang tidak berterima kasih kepada suaminya dan merasa tidak membutuhkannya.“ ( HR. Ibnu Huzaimah , Ibnu Hibban ). , “ Allah SWT kelak tidak akan memandang ( memperhatikan ) seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya meskipun selamanya dia membutuhkan suami - nya. ( HR. Al Hakim )
21. “Dari Abu Sa’id Al Khudry Ra berkata, Rasulullah bersabda : “ Tidaklah seseorang dianugerahi pemberian yang lebih baik dan lebih luas ( maknanya ) kecuali sabar. ( HR.Muttafaqun ‘ Alaihi )
22. “ Hai orang-orang yang beriman , janganlah harta-harta-mu , dan anak-anak-mu melalaikan kamu dari mengingat Allah . Barang siapa yang membuat demikian , maka mereka itulah orang-orang yang rugi.” ( Al Munafiquun , 63 : 9 ) , Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia , tetapi amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya disisi Tuhan-mu serta lebih baik untuk menjadi harapan ”. ( Al Kahf , 18 : 46 )
23. Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu kesulitan didalam menjalankan Agama . . . . . . . , Maka dirikanlah salat , bayarlah zakat , dan berpeganglah pada tali Allah. DIA lah Pelindung-mu , Maka Dia-lah pelindung yang terbaik dan Dia lah Penolong yang paling baik ( Al Hajj , 22 : 78 )
24. “ Wahai orang – orang beriman sesungguhnya ada diantara istri-istrimu dan anak-anakmu yang menjadi musuh bagimu , maka hati-hatilah terhadap mereka .“ ( At Taghaabun , 64 : 14 )
25. Dan ( Ingatlah ) takala Tuhan-mu memberitahukan , “ Sungguh jika kamu bersyukur , niscaya Kami akan menambah nikmat kepadamu , dan jika kamu mengingkarinya , sungguh azab-ku sangat keras.” ( Ibrahim , 14 : 7 ) , “ Maka makanlah rezeki yang halal lagi baik yang dikaruniakan Allah kepadamu. Dan syukuri nikmat Allah jika memang kamu hanya kepada Nya saja menyembah “( An Nahl , 16 : 114 , Al Baqarrah , 2 : 172 )
26. SYARAT MEMPEROLEH RIDHO & RAHMAT DARI ALLAH SWT.
Banyak Kaum Muslimin wal Muslimah , berharap memperoleh rahmat dan Ridho dari Allah SWT. , tapi sungguh amat disayangkan tidak semua kaum Muslimin wal muslimah , mengetahui Syarat untuk memperoleh Rahmat & Ridho dari Allah SWT. tersebut dan bila sudah mengetahuinya tidak banyak yang mau menjemput - nya.
a. “ DIA menentukan rahmat-NYA kepada siapa yang dikehendaki-NYA , dan Allah mempunyai karunia yang besar.” ( Aali’Imraan , 3 : 74 ) , “ Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang-orang yang berbuat kebaikan.“ ( Al A’Raaf , 7 : 56 ) , “ Dan kalaulah tidak karena karunia Allah dan Rahmat-Nya atas kamu , niscaya kamu mengikuti setan .” ( An Nisa , 4 : 83 & 113 )
b. “ Barang siapa yang dijauhkan azab daripadanya pada hari itu ( hari kiamat ) , maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya , dan itulah keberuntungan yang nyata.” ( Al An’aam , 6 : 16 ) , “ Seorang masuk surga bukan karena amalnya tetapi karena rahmat Allah Ta’ala. Karena itu bertindaklah yang lurus.” ( HR. Muslim ) ( catatan penulis : Iman dan amal soleh / taqwa yang tidak dihiasi rahmat Allah SWT. dengan ketawaduan , kesabaran dan keikhlasan ( baca hal Keikhlasan di halaman lain ) bisa berhiaskan kesombongan dan keriyaan yang mengakibatkan arahan kepada azab-nya => baca hal janji Allah SWT. kepada orang yang beriman dan ber -taqwa/beramal soleh di halaman lain )
c. “ Dan taatlah kepada Allah dan rasul ( Nya ) agar kamu diberi rahmat.” ( Aali’Imraan , 3 : 132 ) , “ Dan apabila dibacakan Al Qur’an maka dengarkanlah & diamlah supaya kamu mendapat rahmat.” ( Al A’Raaf , 7 : 204 )
d. “ Dan dirikanlah salat , tunaikanlah zakat dan taatlah kepada Rasul supaya kamu mendapat rahmat “ ( An Nuur , 24 : 56 ) , “ Barang siapa taat kepada Rasul , maka sungguh dia telah taat kepada Allah. ” ( An Nisaa , 4 : 80 , An Nisaa , 4 : 64 , An Nuur , 24 : 52 & 63 , Ali Imran, 3 : 31 , Asy Syu’araa’, 26 : 143-144 dll)
e. “ Adapun mereka yang beriman kepada Allah dan berpegang teguh kepada ( agama ) Nya , maka Allah akan memasukkan mereka kedalam rahmat dan karunia-Nya dan menunjuki mereka jalan yang lurus kepada-Nya.” ( An Nisaa’ , 4 : 175 ) , “ Orang-orang yang beriman dan berhijrah dijalan Allah dengan harta dan jiwa mereka , lebih besar derajatnya disisi Allah , dan mereka itulah orang-orang yang mendapat kemenangan. Tuhan menggembirakan mereka dengan rahmat dan keridhaan-NYA dan surga-surga , mereka memperoleh didalamnya kesenangan yang abadi, mereka kekal didalamnya selama-lama-nya. Sesungguhnya Allah pada sisi-NYA pahala yang besar.” ( At Taubah , 9 : 20-22)
f. “ Orang – orang mukmin laki-laki dan perempuan , sebahagian mereka menjadi penolong bagi sebahagian yang lain . Mereka menyuruh ( mengerjakan) yang ma’ruh mencegah dari yang mungkar , mendirikan shalat , menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Allah telah menjanjikan kepada orang – orang mukmin laki – laki dan perempuan akan ( mendapat ) surga – surga yang mengalir sungai – sungai dibawahnya , mereka kekal didalamnya dan ( mendapat ) tempat – tempat yang baik di surga ‘Adn. Dan keridhaan daripada Allah adalah lebih besar ; demikian itulah keberuntungan yang besar. ” ( At Taubah , 9 : 71 – 72 )
g. “ Dan katakanlah , “ Ya Tuhan-ku , ampunilah dan rahmatilah ( orang – orang mu’min ) , dan Engkaulah ( Allah SWT. ) sebaik-baik Pemberi Rahmat.” ( Al Mu’minuun , 23 : 118 ) , “ Dan KAMI turunkan dari Al Qur’an itu sebagai penyembuh dan rahmat bagi orang-orang mukmin.” ( Al Israa’ , 17 : 82 ) ” Dan tiadalah Kami Mengutus kamu , melainkan untuk (menjadi) Rahmat bagi semesta alam “( Al Anbiya‘ , 21 : 107 ) , “ Sebenarnya Allah telah mengutus aku untuk menjadi rahmat bagi semesta alam & menjadi hidayah untuk orang-orang yang bertaqwa. “ ( HR. Akhmad dan HR. Thabrani )
h. “ Ya Tuhan-ku , berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepada-ku dan kepada dua orang ibu bapak-ku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai ; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” (An Naml , 27 : 19 ) , “ Tidak berkumpul suatu kaum disalah satu rumah Allah Ta’ala , sedang mereka membaca kitab-Nya dan mengkajinya sesama mereka , melainkan mereka dilimpahi ketenang - an , dicurahi rahmat , diliputi para malaikat , dan disanjung oleh Allah dihadapan para makhluk yang disisi-Nya.” (HR. Abu Daud )
i. “ Sesungguhnya ada segolongan dari hamba-hamba-KU berkata , “ Ya Tuhan kami , kami telah beriman maka ampunilah kami , rahmatilah kami dan engkau sebaik-baik pemberi rahmat “(Al Mu’minuun, 23 : 109 ) , “ Dan katakanlah , “ Ya Tuhan-ku ampunilah dan rahmatilah (orang-orang mukmin) dan Engkaulah sebaik-baik Pemberi Rahmat.” ( Al Mu’minuun , 23 : 118 ) ,
j. “ Sesungguhnya pada hari ini Aku beri imbalan kepada mereka disebabkan kesabaran mereka, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.” ( Al mu’minuun , 23 : 111 ) , ( At Taubah , 9 : 71 – 72 )
k. “ Dan diantara manusia ada yang mengorbankan dirinya untuk mencari keridhaan Allah, dan Allah Maha Penyantun kepada hamba-hamba-Nya.” ( Al Baqarah, 2 : 207 ) , “ Dan tidaklah kamu nafkahkan sesuatu melainkan karena mengharapkan ridho Allah. ” ( Al Baqarah , 2 : 272 )
l. “ Dan sungguh kamu akan mengetahui ( kebenaran ) berita-nya ( Al Qur’an ) beberapa waktu lagi “ ( Shaad , 38 : 88 )
m. “ Agar Dia ( Allah ) menanyakan kepada orang-orang yang benar ( para rasul dll) tentang kebenaran nya. “ ( Al Ahzab , 33 :7-8 ) , “ Hai orang-orang yang beriman , bertaqwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama-sama orang – orang yang benar . “ ( At Taubah , 9 : 119 )
n.“ Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal soleh mereka itulah sebaik-baiknya makhluk. Balasan mereka disisi Tuhan-nya adalah surga-surga ‘And yang mengalir sungai-sungai dibawah-nya ; mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka pun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah untuk orang-orang yang takut kepada Tuhan-nya.” ( Al Bayyinah , 98 : 7 - 8 , Al Fajr , 89 : 27 – 30) , Allah berfirman , “ Ini adalah suatu hari yang bermanfaat kebenaran bagi orang-orang yang benar. Bagi mereka surga – surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha kepada-Nya. Itulah keberun - tungan yang paling besar.” ( Al Maa-idah , 5 : 119 , Al Bayyinah , 98 : 7 – 8 , takut kepada Allah SWT. = berilmu/ulama , beriman , beramal soleh / taqwa = sebaik-baiknya makhluk = Surga ‘Adn )
o. “ Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Rasul-Nya mereka itulah orang-orang yang benar dan orang-orang yang menjadi saksi disisi Tuhan mereka. Bagi mereka pahala dan cahaya mereka.” ( Al hadiid , 57 : 19 ) . “ Sesungguhnya orang – orang yang beriman hanyalah orang – orang yang beriman kepada Allah dan rasul – Nya kemudian mereka tidak ragu – ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah , mereka itulah orang orang yang benar. “ ( Al Hujurat , 49 : 15 ) ( An Nisaa , 4 : 146 ) , “ Dan orang yang membawa Kebenaran (Al Qur’an) & membenarkannya , mereka itulah orang-orang yang bertaqwa “ (Az Zuma r, 39 : 33 ) , (membenar kannya = meng-amalkan-nya)
p. “ Barang siapa meninggalkan maksiat terhadap Allah karena takut kepada Allah maka ia akan memperoleh keridhaan Allah.” ( HR. Abu Ya’li )
q. dll . Al Lail , 92 : 1-21 , A Nuur , 24 : 20-21
Allah berfirman , “ Ini adalah suatu hari yang bermanfaat kebenaran bagi orang-orang yang benar. Bagi mereka surga – surga yang mengalir sungai-sungai dibawahnya, mereka kekal didalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan mereka ridha kepada-Nya. Itulah keberuntungan yang paling besar.” ( Al Maa-idah , 5 : 119 , Al bayyinah , 98 : 7 – 8 , takut kepada Allah SWT. = berilmu/ulama , beriman , beramal soleh / taqwa = sebaik-baiknya makhluk = Surga ‘Adn )
27. Wanita / Istri dan Surga :
a.“ Siapapun wanita yang meninggal dan suaminya ridho kepadanya , maka dia akan masuk surga ( Ibnu Majah , Ath Tirmidzy , HR. Muttafaqun “Alaihi ,dr Ummu Salamah Ra )
b. Dari Anas bin Malik Ra berkata , Rasulullah Saw bersabda , “ Tidakkah kalian mau saya beri tahu tentang wanita ahli surga ? “ , Kami berkata : “ Tentu ya Rasulullah ! “ , Rasulullah bersabda : “ Setiap istri yang wadud (sayang) dan walud (banyak anak ) , Apabila ia membuat marah suaminya atau menyakiti hatinya atau suaminya marah kepadanya , ia berkata : “ Inilah tanganku berada di tanganmu, saya sungguh tidak dapat menikmati tidur dan istirahat sehingga engkau ridla kembali “( HR.Thabrani )
c. “ . . . . . , Apabila suami merasa teraniaya (sakit hatinya ) datangilah dan upayakan membuatnya ridla . Apabila suami menerima , ia telah mendapatkan anugerah dan nikmat . Semoga Allah menerima permintaan maafnya dan memberikan pertolongan dengan hujjahnya sehingga ia tidak berdosa. Namun apabila suami tidak bisa menerima-nya , maka telah sampai permohonan maaf sang istri disisi Allah Swt ” ( HR. Al Hakim )
d. “ Jika wanita mengerjakan shalatnya yang lima , puasa Ramadhannya , menjaga kehormatannya dan taat kepada suaminya , maka kelak akan dikatakan kepada -nya , “ Masuklah kamu kedalam surga , dari pintu manapun yang kamu kehendaki ! “ ( Hadist Riwayat Akhmad & Thabrani dari Abdurrahman bin Auf ) , , “ Dari Anas Ra berkata , Rasulullah Saw bersabda : “ Apabila seorang wanita menjalankan shalat yang lima , puasa pada bulannya , taat kepada suami nya , serta menjaga kemaluannya , niscaya ia masuk surga “ . ( HR. Ibnu Hibban )
e. “ Rasulullah SAW bersabda : “ Sampaikanlah kepada wanita-wanita yang kamu jumpai , bahwa taat kepada suami dan mengakui hak-haknya adalah sama dengan Jihad atau perang di jalan Allah itu. Tetapi sayang , hanya sedikit saja diantara kamu yang dapat melakukannya . . . . . “ ( Ibnu Abbas )
f. Syarat seorang Istri memperoleh Ridho suami-nya adalah tunduk dan taat kepada perintah Allah SWT. dan Rasululloh SAW . Dan Wajib kepada seorang suami untuk memberikan ridho kepada istrinya bila istri-nya telah tunduk dan taat kepada Allah SWT. dan Rasul-Nya ( satu diantara ketaatan wanita itu adalah taat kepada suaminya./PEN.)
g. Apabila seorang istri telah tunduk dan taat kepada suaminya ( tidak melawan , membantah , tidak membuat suaminya marah dll ) karena ia ingin mentaati hukum Allah SWT. dan takut akan azab-Nya maka ia telah memperoleh Rahmat dari Allah SWT. (PEN.) , Sebenarnya Sungguh lebih mudah seorang Istri masuk surga dibandingkan suaminya ! atau makhluk Allah SWT. yang lain kalau saja ia tahu dalam amal Ikhlas ) , Kemudahan seorang Istri untuk masuk kedalam tempat yang berisikan 1001 macam kenikmatan diimbangi juga dengan kewajibannya dia sebagai penanggung jawab utama dalam rumah tangga dikala suami ada diluar rumah menjemput rejeki keluarga , disamping itu seorang ibu adalah panutan yang akan diikuti dan ditiru oleh anak – anaknya , terutama anak – anak perempuannya. Insyaallah seorang Ibu yang soleha , lemah – lembut tutur katanya , ikhlas menjalan - kan perintah Allah SWT. dan Rosul-Nya akan dapat juga membuat anak – anaknya demikian. Anak – anak yang dihantarnya sampai kepada kebaikan Iman , akhlak , akal pikiran dan kecerdasan dalam ilmu pengetahuan dan agama , yang Insyaallah kelak menjadi seorang pemimpin yang profesional , adil dan bijaksana. Wawasan ilmu pengetahuan dan agama serta Kesehatan mental dan rohani seorang Ibu bisa menjadi tolak ukur dari kecerdasan anak-anaknya juga kesehatan mental dan rohani anak-anaknya.
h. Insyaallah , Istri dari para Pembaca sekalian dan Istri Penulis adalah calon Penghuni Surga Ad’n karena taat kepada Allah SWT. , Rosul-Nya dan suami-nya tidak seperti Istri dari Nabi Nuh dan Luth yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. tidak mendapat rahmat-Nya karena tidak taat kepada suaminya. ( At Tahrim , 66 : 10 )
28.Wanita/Istri dan Neraka
a. Sesungguhnya jika kamu bersyukur , pasti Kami akan menambah ( nikmat ) kepadamu , dan jika kamu mengingkari nya , sungguh azab-Ku sangat keras.” ( Ibrahim, 14 : 7 ) , “ Mengapa Allah akan menyiksamu , jika kamu bersyukur dan beriman , Dan Allah adalah Maha Mensyukuri lagi Maha Mengetahui. ( An Nisaa’ , 4 : 147 )
b. Dari zaenab Ra berkata, Rasulullah Saw berkhutbah kepada kami secara bersabda ,” Saya menyaksikan neraka, dan kulihat penghuninya kebanyakan wanita “. Mereka berkata , “ Mengapa ya Rasulullah ? “ , Rasulullah menjawab , “ Karena kekufur - annya ! “ , Mereka berkata , “ Apakah mereka kufur kepada Allah ? “ , Rasulullah menjawab , “ Mereka mengingkari kebaikan. Kala engkau berbuat baik kepada salah satu dari mereka sepanjang tahun , kemudian mereka melihat satu kekurangan pada dirimu , ia seolah – olah tidak melihat kebaikan sedikitpun pada dirimu “ . ( Muttafaqun ‘ Alaihi )
c. Rasululloh SAW. bersabda , “ Aku melihat neraka hingga kini aku tidak pernah melihat pemandangan yang lebih mengerikan daripadanya. Kebanyakan penghuni - nya adalah kaum wanita.” Para sahabat yang mendengar berkata , “ Wahai Rasululloh SAW. , mengapa demikian ? “ Beliau menjawab , “ Itu karena kekufuran mereka, “ Mereka berkata , “ Apakah mereka kafir terhadap Tuhan mereka ? “ Rasululloh SAW. menjawab , “ Tidak , tetapi mereka kafir kepada pasangan mereka ( Al ‘Asyir / suami ) dan tidak berterima kasih atas kebaikan ( al ihsan ) yang ditunjuk - kan oleh suami mereka. Bahkan , jika kalian , wahai laki-laki , terus berbuat kebaikkan kepada mereka , yang mereka lihat hanyalah keburukan , mereka akan berkata , “ Aku tidak pernah merasakan sedikitpun kebaikan dari-mu.” ( HR.Bukhari )
d. “ Barang siapa tidak berterima kasih kepada orang , ia tidak bersyukur kepada Allah. ” ( HR.Abu Daud ,Tirmidzy , Ahmad )
e. Dari Abdullah bin Umar Ra berkata, Rasulullah Saw bersabda : ‘ Allah SWT tidak melihat kepada seorang wanita yang tidak berterima kasih kepada suaminya dan merasa tidak membutuhkannya “ . ( HR. Ibnu Huzaimah , Ibnu Hibban ).
f. “ Allah SWT kelak tidak akan memandang ( memperhatikan ) seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya meskipun selamanya dia membutuhkan suami -nya.” ( HR. Al Hakim )
29. “ Ya Tuhan-ku , berilah aku ilham untuk tetap mensyukuri ni’mat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepada-ku dan kepada dua orang ibu bapak-ku dan untuk mengerjakan amal saleh yang Engkau ridhai ; dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu kedalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh.” ( An Naml , 27 : 19 ) , Seorang sahabat bertanya , “ Yaa rasulullah pesankan sesuatu kepadaku yang akan berguna bagiku dari sisi Allah, “ , Nabi Saw bersabda , “ Perbanyaklah mengingat kematian maka kamu akan terhibur dari ( kelelahan dunia ) dan hendaklah kamu bersyukur sesungguhnya bersyukur akan menam - bah kenikmatan Allah dan perbanyaklah doa , sesungguhnya kamu tidak mengetahui kapan doa-mu akan terkabul. ( HR. Aththbrani )
30. Contoh dalam Al Qur’an Istri yang baik dan Istri Yang tidak baik : QS. At Tahrim , 66 : 10 – 12
31. “ Tiga orang yang shalatnya tidak sampai melampui ( batas ) telinga-nya , yaitu seorang budak yang melarikan diri sampai dia pulang kembali , seorang istri yang semalaman suaminya murka kepada-nya , dan seorang imam yang mengimami suatu kaum sedang kaum itu tidak menyukainya. ( HR. Attirmidzi & HR. Ahmad ) ( Yang dimaksud istri disini adalah istri yang pembangkang /melawan suami / tidak taat kepada nasehat kebenaran yang diberikan suaminya / istri melanggar hukum Allah SWT. Berkaitan dengan perilakunya terhadap suami sehingga suaminya menjadi marah. Contoh istri keluar rumah tidak izin suaminya , diingatkan suami atas pelanggaran hukum Allah SWT. Tsb. Sang istri malah marah /cemberut/ membantah cari – cari alas an dll. / pendapat penulis )
32. “ Takutlah kalian akan sifat dengki karena sesunggunya sifat dengki itu memakan kebaikan-kebaikan ( yang telah dilakukannya ) seperti api memakan kayu bakar “ ( Abu Dawud )
33. Seorang manusia tidak layak bersujud kepada manusia yang lain. Kalaupun manusia layak bersujud kepada manusia yang lain , tentu aku perintahkan agar wanita bersujud kepada suaminya , karena besarnya hak suami atas istrinya. ” ( Ahmad , Ibnu Majah , At Tirmidzy , )
34. Dari Abu Hurairah Ra berkata , Rasulullah bersabda , “ Kalau saya diperkenankan memerintah seseorang menyembah sesamanya , niscaya saya perintahkan seorang istri menyembah suaminya . Demi Dzat yang diriku ada ditangan-Nya, tidaklah seorang wanita menyia-nyiakan hak Rabbnya hingga ia menyia-nyiakan hak suaminya . ( HR. Tirmidzy dan Ibnu Hibban , hasan )
35. Dari Siti Aisyah Ra berkata : “ Wahai sekalian kaum wanita, seandainya kalian tahu apa hak suami yang ada pada kalian , niscaya salah seorang dari kalian akan membersih - kan debu ditelapak kaki suaminya dengan mukanya , ( Ahkamun Nisa’ , Ibnu Jauzi. )
36. Demi diriku yang ditangan ( kekuasaan ) Allah. Tidaklah seorang suami yang meng - ajak istrinya menuju tempat tidur yang kemudian ditolaknya , kecuali bagi istri itu akan mendapatkan kemarahan dari langit ( yaitu : Allah dan para Malaikat-Nya ) sampai suami itu rela pada istri-nya.(HR.Muslim )
37. “ Perempuan – perempuan kamu ( istri – istri kamu adalah seperti ladang bagi-mu maka datangilah ladang –mu itu sebagaimana kamu kehendaki , dan buatlah kebaikan untuk dirimu , bertaqwa-lah kepada Allah dan ketahuilah bahwa kamu akan menghadap-Nya , dan sampaikanlah berita gembira untuk orang – orang yang beri - man.” ( Al Baqarah , 2 : 223 , sebagaiman kamu kehendaki , kecuali hal yang diharam - kan ! , berita gembira = bahwasanya orang – orang yang beriman dan bertaqwa akan dimasukan kedalam surga Ad’n dengan 1001 macam kenikmatan ilahiyahnya./pen )
38. Apabila seorang diantara kamu menggauli istrinya dan hendak mengulangi , hendak -lah dia berwudhu lebih dulu agar lebih segar pengulangannya. (HR. Muslim)
39. Apabila seorang diantara kamu menggauli istrinya , janganlah menghinggapinya seperti burung yang bertengger sebentar lalu pergi. ( HR. Aththusi ) Janganlah kamu menggauli istri sebagaimana unta atau keledai , tetapi hendak - lah bercumbu dan bercengkerama terlebih dahulu. ( Al Hadits )
40. Apabila seorang diantara kamu menggauli istrinya , hendaknya lakukanlah dengan kesungguhan hati. Apabila selesai hajatnya sebelum selesai istrinya , hendaklah dia sabar menunggu sampai istrinya selesai hajatnya. ( HR. Abu Yu’la )
41. Tidak dibolehkan seorang istri ( wanita ) berpuasa (sunnat) sedangkan suaminya ada dirumah kecuali dengan izinnya. Dan tidak boleh memberikan izin seseorang berada dirumah-nya kecuali dengan izin suaminya. ( HR. Bukhari dan Muslim )
42. Seburuk-buruknya kedudukkan seseorang disisi Allah pada hari kiamat ialah orang yang menggauli istrinya dan istrinya menggaulinya dengan cara terbuka lalu suami - nya mengungkapkan rahasia istrinya kepada orang lain ( HR. Muslim )
43. Bagi pasangan suami istri yang mengalami gangguan kwalitas “ hubungan intim “ mereka. Maka tanyakanlah kepada ahlinya , Sang Istri bertanya kepada Ahli wanitanya , sang suami bertanya / konsultasi kepada Ahli pria-nya. Diniatkan untuk membuat hubungan harmonis antara suami – istri tetap terjaga dan dapat ditingkatkan. Syukurilah salah satu nikmat yang Allah berikan , - salah satunya dengan menjaga kwalitasnya.
44. “ Aku tidak melihat dari wanita-wanita yang kurang akal dan agamanya , salah seorang diantara kamu yang dapat mengalahkan pikiran seorang laki-laki yang tegar “. Mereka bertanya ,” Apakah kekurangan agama dan akal kami wahai rasulullah ? “, Beliau ganti bertanya , “ Bukankah kesaksian seorang wanita itu sama dengan separoh kesaksian seorang lelaki ? “ Mereka menjawab , “ benar ! “ , Beliau berkata , “ Itulah kekurangan akalnya “ , Beliau bertanya lagi , “ Bukankah jika wanita haid , maka dia tidak shalat dan puasa ? “ , Mereka menjawab , ‘ Benar ! “ Beliau berkata , ‘ Itulah diantaranya kekurangan agama - nya .” ( Abu Sa’id , Ibnu Umar )
45. Hai orang-orang yang beriman ! Jauhilah kebanyakan Prasangka , Sesungguhnya sebahagiaan prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain. Dan jangan lah kamu sebahagiaan menggun jingkan satu dengan yang lain . ( Al Hujuraat , 49 : 12 )
46. Barang siapa diuji lalu bersabar , diberi lalu ber-syukur , dizalimi lalu memaafkan dan menzalimi lalu beristigfar maka bagi mereka keselamatan dan mereka tergolong orang-orang yang memperoleh hidayah.( HR. Al Baihaqi ) , “ Bila seorang dari kamu sedang marah hendaklah diam. ( HR. Ahmad ) , “ Marah itu bermula dari syetan , dan sesungguhnya setan itu tercipta dari api , dan api dapat dipadamkan dengan air . Maka apabila salah seorang diantara kamu sedang marah hendaknya segera berwudhu. “ ( HR. Abu Dawud ) ( untuk langsung shalat wajib atau sunnah )
47. “ Dan kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, dan keku - rangan harta, jiwa, dan buah-buahan dan gembirakanlah orang-orang yang sabar , yaitu yang apabila mereka ditimpa musibah mereka berkata , “ Sesung guhnya kami ini milik Allah dan kepada Nya kami akan kembali “ , Mereka itulah orang-orang yang mendapatkan Shalawat dan rahmat dari Rabb mereka dan merekalah orang-orang yang mendapatkan petunjuk.“ ( Al baqarah, 2 : 155-157 )
48. Pasangan suami – istri yang ingin Istiqamah menciptakan dan merasakan kehidupan Rumah tangga yang sakinah mawadah wa rohmah , maka apabila mengalami silang pendapat atau , selisih faham diantara mereka maka harus tunduk dan taat kepada solusi yang diberikan Al Islam ( Al Qur’an , As Sunnah , dan ulama ) :
a. Aku tinggalkan untuk kalian dua perkara . Kalian tidak akan sesat selama berpe -gangan dengannya , yaitu : Kitabullah ( Al Qur’an ) dan sunnah Rasulullah Saw.” ( HR. Muslim )
b. “ Sekiranya ada perbedaan pendapat diantara mu tentang sesuatu maka kembali - kanlah ia kepada Alloh ( Al qur’an ) & rasul-Nya ( Sunnah Rasul ) , sekiranya memang kamu beriman kepada Alloh dan hari kemudian / akhirat. Yang demikian itu lebih utama ( bagimu ) dan lebih baik akibat - nya.” ( An Nisaa’ , 4 : 59 )
c. Ucapan orang-orang beriman apabila diajak untuk menyelesaikan seluruh persolan / masalah yang dihadapi -nya kepada Hukum Allah dan Rasul-Nya, hanyalah akan berkata : “ Kami dengar dan kami taati. “ Dan mereka inilah orang-orang yang akan memperoleh Kebahagiaan . (An Nur , 24 : 51 )
d. Dll.
49. Sesungguhnya Allah Azza Wajalla menguji hambanya dalam rezeki yang diberikan kepada nya. Kalau dia ridho dengan bagian yang diterimanya maka Allah akan memberkahinya dan meluaskan pemberian-Nya. Kalau dia tidak ridho dengan pemberi an-Nya maka Allah tidak memberi -nya berkah . ( HR. Ahmad )
50. “ Dan dilangit terdapat ( sebab-sebab ) rezeki-mu , dan terdapat ( pula ) apa yang dijanjikan kepada-mu , Maka demi Tuhan langit dan bumi , sesungguhnya yang dijanjikan itu adalah benar-benar ( akan terjadi ) seperti perkataan yang kamu ucapkan.” ( Adz Dzaariyaat , 51 : 22-23 )
51. Bahwa rasulullah Saw bersabda,“ Sesungguhnya Rohul Kudus ( Jibril ) telah membisikkan dalam kalbu-ku bahwa seseorang itu tidak akan mati sehingga ia ( orang itu ) memperoleh cukup dari rejeki yang ditentukan untuk nya. Maka dari itulah takutlah kamu semua pada Allah dan berbuat baguslah dalam mencari rezki ”. ( jangan tamak atau jalan yang haram ) ( Ibnu Mas’ud , diriwayatkan oleh Ibnu Abiddunya & Hakim )
52. Sesungguhnya disamping kesulitan itu ada kemudahan , Maka apabila kamu sudah selesai ( mengerjakan suatu pekerjaan ) kerjakanlah pekerjaan yang lain. Dan hanya kepada Tuhan-mu ( sajalah ) kamu berharap. “ ( Alam Nasyrah , 94 : 5 s/d 8 ( perintah untuk rajin bekerja )
53. Dari Ibnu Mas’ud bahwasanya Rasulullah bersabda : “ Jangan menganggap lambat rezeki , sebab malaikat Jibril menyampaikan kepadaku bahwa salah seorang diantara kamu tidak akan dapat keluar dari dunia ini , kecuali telah menyempurnakan rejekinya. Oleh karena itu hendaklah engkau takut kepada Allah , wahai sekalian manusia. Dan usahakanlah dalam mencari rejeki dengan jalan yang baik. , Maka apabila salah seorang diantara kamu menganggap bahwa rejekinya lambat , janganlah memintanya dengan berbuat ma’siat kepada Allah , Sebab anugerah Allah tidak akan dapat dicapainya dengan ma’siat kepada - Nya. ( HR. AL Hakim )
54. “ Barang siapa yang sehat jasmaninya dan senang hatinya , dirumah-nya ada makanan buat satu hari , maka seakan-akan seluruh isi dunia ini ada diadalam genggaman-nya” , Mintalah kepada Allah akan keyakinan ( agama yang benar ) dan kesehatan , karena sesungguhnya tidak ada sesuatu sesudah keyakinan yang lebih berharga dari pada keseha -tan. ” ( Al- Hadist )
55. Dari Abu Hurairah Ra berkata , Rasulullah bersabda , “ Semoga Allah swt. Merahmati seorang suami yang bangun malam mengerjakan shalat , dan membangunkan istrinya. Apabila sang istri enggan , ia percikkan air ke wajah - nya. Dan semoga Allah swt. Merah - mati seorang istri yang bangun malam , mengerjakan shalat dan membangun - kan suaminya. Apabila sang suami enggan , ia percikkan air di wajahnya. “ ( HR. Abu Daud , Ibnu Majah , dan Ibnu hibban )
56. “ Dan makanlah yang halal lagi baik daripada apa yang Allah rezekikan kepada-mu , dan bertaqwalah kepada Allah yang kepada Nya kamu beriman.” ( Al Maa-idah , 5 : 88 ) , “ Hai sekalian manusia makanlah apa yang halal dan baik yang ada dimuka bumi. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah setan , karena sesungguh - nya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi-mu ” ( Al Baqarah , 2 : 168 )
57. Siapapun hamba ( Allah ) yang dagingnya tumbuh dari perolehan haram dan mem - bungakan uangnya ( riba ) maka api neraka layak baginya ( Saad bin Abi Waqqas )
58. “ Dan belanjakanlah ( harta-bendamu ) di jalan Allah. Dan janganlah kamu menjatuh - kan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan , dan berbuat baiklah , karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik.” ( Al Baqarah , 2 : 195 )
59. Bukanlah dari golongan kami , orang yang diperluas rejekinya oleh Allah lalu kikir dalam menafkahi keluarga-nya. ( HR. Adailami )
60. Hindarilah kikir , karena kikir itu telah membawa kehancuran orang-orang sebelum kamu ( HR. Muslim ) ,
61. “ Sesungguhnya pemboros-pemboros itu adalah saudaranya syaitan , dan syaitan itu sangat ingkar terhadap Tuhan-nya. “ ( Al Israa’, 17 : 26 – 27 )
62. SALING BERKASIH – SAYANG DAN LEMAH – LEMBUT DALAM BER TUTUR KATA.
ALLH SWT MEMERINTAHKAN KEPADA ORANG –ORANG BERIMAN LAKI – LAKI DAN PEREMPUAN KHUSUSNYA MUSLIMIN WAL MUSLIMAH BAHWA MEREKA HARUS SALING MENGASIHI DAN MENYAYANGI SATU SAMA LAIN DIANTARA MEREKA DAN RAMAH – TAMAH DAN LEMAH LEMBUT DALAM TUTUR KATANYA , DENGAN TIDAK MEMANDANG SUKU , RAS , GOLONGAN MAUPUN AGAMA , TERHADAP YANG BUKAN SEIMAN SAJA ALLAH SWT MEMERINTAHKAN HAL SEPERTI ITU , BAGAI - MANA PULA KWALITAS BERKASIH-SAYANG KITA TERHADAP SAUDARA – SAUDARA SEIMAN KITA , DAN BAGAIMANA PULA KWALITAS BERKASIH SAYANG KITA KEPADA PASANGAN KITA ( SUAMI / ISTRI ) DAN TERHADAP ANGGOTA KELUARGA KITA , KHUSUSNYA ANAK – ANAK TENTUNYA HARUS LEBIH BERKWA -LITAS LAGI.
a. “ BISMILLAAHIR RAHMAANIR RAHIIM “ , “ Dengan menyebut nama ALLAH Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. ( Al Faatihah , 1 : 1 ) , “ Dan Allah sangat Penyayang kepada hamba-hamba-Nya.” ( Ali Imran , 3 : 30 ) , “ Sesungguhnya Allah sangat berbelas kasihan dan suka kasih-sayang , lemah lembut dalam segala hal.” ( HR. Bukhari & Muslim ) , Walladziina aamanuu assyaddu hubban lillaah = “ Dan Orang – orang beriman itu sangat cinta kepada Allah . “ ( Al baqarah , 2 : 165 , dibuktikannya dengan mengikuti Rasululloh saw. baca Alii’imraan’ , 3 : 31 ! ! )
b. “ Allah adalah sebaik-baik penjaga dan DIA adalah Maha Penyayang diantara para penyayang .” ( Yusuuf , 12 : 64 )
c. “ Sesungguhnya telah datang kepada-mu seorang Rasul dari kaum-mu sendiri , berat terasa oleh-nya penderitaan-mu , sangat menginginkan ( keimanan dan keselamatan ) bagi-mu , amat belas-kasihan lagi penyayang bagi orang-orang mu’min.” ( At Taubah , 9 : 128 ) , “ Sesungguhnya Ibrahim adalah sangat lembut hatinya lagi penyantun.” ( At taubah , 9 : 114 ) ,
d. Kemudian termasuk golongan orang-orang yang beriman dan nasehat – menasehati ( supaya ) sabar dan nasehat - menasehati supaya berkasih sayang. ( Al Balad , 90 : 17 )
e. Katakanlah : “ Aku tidak meminta kepada-mu sesuatu upahpun atas seruanku kecuali kasih-sayang dalam kekeluargaan. “ ( Asy Syuura , 42 : 23 )
f. “ Sesungguhnya orang – orang yang beriman dan beramal soleh , Yang Maha Pengasih akan membuat kasih – sayang bagi mereka “ ( Maryam , 19 : 96 )
a. “ DAN SEDERHANAKANLAH DALAM BERJALAN DAN LUNAKKAN SUARAMU SESUNGGUHNYA SEBURUK – BURUK SUARA ADALAH SUARA KELEDAI.” ( Lukman , 31 : 19 )
h. “ Maka karena rahmat dari Allah , engkau bersikap lemah lembut terhadap mereka , sekiranya engkau berlaku keras dan berhati kasar , tentulah mereka menjauhkan diri dari sekitar-mu. Maka maafkanlah mereka dan mohonkan ampun bagi mereka , dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam suatu urusan. Maka apabila kamu telah membulatkan tekad bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertawakkal.” ( Aali ‘Imraan , 3 : 159 )
i. “ Dan berilah peringatan kepada kerabat-mu, dan lemah lembutlah terhadap orang-orang yang mengikuti-mu dari orang-orang mukmin.” ( Asy Syu’araa’ , 26 : 214 – 217 )
j. Amal perbuatan yang paling disukai Allah sesudah yang fardhu (wajib) ialah , memasukkan kesenangan kedalam hati seorang muslim. ( Athabrani )
k. Ketahuilah bahwa keramahan itu terpuji . Keramah – tamahan itu merupakan buah dari akhlak yang baik . Kebalikan dari keramah tamahan adalah kata – kata kasar , kotor , kebengisan dan kekejaman. Rasulullah saw berkata kepada Siti ‘ Aisyah , “ Barang siapa yang diberikan kepada nya keramahan , maka telah diberi -kan bagi-nya kebaikan dunia dan akhirat. Barang siapa yang diharamkan bagi-nya keramahan , maka telah diharamkan bagi-nya kebaikan dunia & akhirat “ ( Al Hadits ) , Diriwayatkan dari Siti Aisyah RA. , “ Sesungguhnya Allah Maha Lemah – Lembut , mencintai kelemah – lembutan dan memberi orang yang lemah – lembut apa yang tidak diberikan kepada orang yang keras dan apa yang tidak diberikan kepada orang lain. “ ( Al Hadits ) , “ Sesungguhnya Allah sangat berbelas kasihan dan suka kasih-sayang , lemah lembut dalam segala hal “ ( HR. Bukhari & Muslim )
l. “ Barang siapa tidak mengasihi dan menyayangi manusia maka dia tidak dikasihi dan tidak disayangi Allah “ ( HR. Al Bukhari )
63. “ Maka bersabarlah , Sesungguhnya janji Allah itu pasti benar. Mintalah ampunan dosamu. Dan bertasbihlah memuji Tuhan engkau waktu petang dan pagi.“ ( Al Mukmin , 40 : 55 )
64. Dll. ( Wallahu’alam BSWB )
( “ Maka tanyakanlah olehmu kepada orang yang berilmu , jika kamu tidak mengetahui. “ ( Al Anbiyaa’, 21 : 7 , An Nahl , 16 : 43 )
PERINTAH IKHLAS - LILLAHITAALA DALAM BERIBADAH
Katakanlah , “ Sesungguhnya aku hendak memperingatkan kepada – mu satu hal saja , yaitu supaya kamu menghadap Allah ( dengan Ikhlas ) berdua – dua atau sendiri – sendiri “ ( Saba’ , 34 : 46 )
Katakanlah : “ Aku disuruh menyembah Allah dan beragama dengan tulus-ikhlas karena- Nya “ ( Az Zumar , 39 : 11 )
Katakanlah , “ Aku disuruh menyembah Allah dan beragama dengan tulus ikhlas kepada-Nya , dan aku ( Muhammad ) disuruh menjadi orang pertama berserah diri. ” ( Az Zumar , 39 : 11 – 12 , Ath Thalaq , 65 : 3 )
1. “ Berlakulah ikhlas secara benar karena Allah.” ( Al Muzammil , 73 : 8 )
2. “ Hanya Allah yang aku sembah dengan mengikhlaskan agamaku kepada-Nya “ ( Az Zumar , 39 : 14 )
3. “ dan tiadalah mereka diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah , dengan memurnikan ketaatan kepada – Nya dalam ( menjalankan ) agama dengan lurus , mereka mendirikan sholat , menunaikan zakat dan demikian itlah agama yang lurus.”
Comment by Bari Saffa Muhammad — December, 11 2008 @ 11:59 am
Kategori Keluarga & Masalahnya
Hak Suami Yang Harus Dipenuhi Isteri : Isteri Harus Berhias Dan Mempercantik Diri Untuk Suami
Kamis, 17 Januari 2008 02:42:01 WIB
Seorang isteri tidak boleh meremehkan kebersihan dirinya, sebab kebersihan merupakan bagian dari iman. Dia harus selalu mengikuti sunnah, seperti membersihkan dirinya, mandi, memakai minyak wangi dan merawat dirinya agar ia selalu berpenampilan bersih dan harum di hadapan suaminya, hal ini menyebabkan terus berseminya cinta kasih di antara keduanya dan kehidupan ini akan terasa nikmat. Berhias untuk suami adalah dianjurkan selagi dalam batas-batas yang tidak dilarang oleh syari’at, seperti mencukur alis, menyambung rambut, mentato tubuhnya dan lainnya. Seorang isteri ideal selalu nampak ceria, lemah lembut dan menyenangkan suami. Jika suami pulang ke rumah setelah seharian bekerja, maka ia mendapatkan sesuatu yang dapat menenangkan dan menghibur hatinya. Jika suami mendapati isteri yang bersolek dan ceria menyambut kedatangannya, maka ia telah mendapatkan ketenangan yang hakiki dari isterinya.
Hak Suami Yang Harus Dipenuhi Isteri : Isteri Diperintahkan Tinggal Di Rumah Mengurus Rumah Tangga
Rabu, 16 Januari 2008 06:17:28 WIB
Perbuatan ihsan (baik) seorang suami harus dibalas pula dengan perbuatan yang serupa atau yang lebih baik. Isteri harus berkhidmat kepada suaminya dan menunaikan amanah mengurus anak-anaknya menurut syari’at Islam yang mulia. Allah ‘Azza wa Jalla telah mewajibkan kepada dirinya untuk mengurus suaminya, mengurus rumah tangganya, mengurus anak-anaknya. Menurut ajaran Islam yang mulia, isteri tidak dituntut atau tidak berkewajiban ikut keluar rumah mencari nafkah, akan tetapi ia justru diperintahkan tinggal di rumah guna menunaikan kewajiban-kewajiban yang telah dibebankan kepadanya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan (bertingkah laku) seperti orang-orang Jahiliyyah dahulu, dan laksanakanlah shalat, tunaikanlah zakat, taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, wahai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”
Hak Suami Yang Harus Dipenuhi Isteri : Isteri Harus Banyak Bersyukur Dan Tidak Banyak Menuntut
Selasa, 15 Januari 2008 11:58:35 WIB
Seorang isteri diperintahkan untuk bersyukur kepada suaminya yang telah memberikan nafkah lahir dan batin kepadanya. Karena dengan syukurnya isteri kepada suaminya dan tidak banyak menuntut, maka rumah tangga akan bahagia. Isteri yang tidak bersyukur kepada suaminya dan banyak menuntut merupakan pertanda isteri tidak baik dan tidak merasa cukup dengan rizki yang Allah karuniakan kepadanya. Perintah syukur ini sangat ditekankan dalam Islam, bahkan Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam mengancam dengan masuk Neraka bagi para wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya, dan pada hari Kiamat Allah Ta’ala pun tidak akan melihat seorang wanita yang banyak menuntut kepada suaminya dan tidak bersyukur kepadanya.
Hak Suami Yang Harus Dipenuhi Isteri : Ketaatan Isteri Kepada Suaminya
Senin, 14 Januari 2008 07:51:05 WIB
Setelah wali atau orang tua sang isteri menyerahkan kepada suaminya, maka kewajiban taat kepada suami menjadi hak tertinggi yang harus dipenuhi, setelah kewajiban taatnya kepada Allah dan Rasul-Nya shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam : “Seandainya aku boleh menyuruh seorang sujud kepada seseorang, maka aku akan perintahkan seorang wanita sujud kepada suaminya.” Sujud merupakan bentuk ketundukan sehingga hadits tersebut di atas mengandung makna bahwa suami mendapatkan hak terbesar atas ketaatan isteri kepadanya. Sedangkan kata: “Seandainya aku boleh…,” menunjukkan bahwa sujud kepada manusia tidak boleh (dilarang) dan hukumnya haram. Sang isteri harus taat kepada suaminya dalam hal-hal yang ma’ruf (mengandung kebaikan dalam agama). Misalnya ketika diajak untuk jima’ (bersetubuh), diperintahkan untuk shalat, berpuasa, shadaqah, mengenakan busana muslimah (jilbab yang syar’i), menghadiri majelis ilmu.
Hak Isteri Yang Harus Dipenuhi Suami : Berlaku Adil Dan Waspada Terhadap Fitnah Wanita
Minggu, 25 Maret 2007 01:45:04 WIB
Kecintaan suami terhadap isterinya dan kecintaan isteri terhadap suaminya tidak boleh menjadikan keduanya mengharamkan apa yang telah Allah halalkan dan menghalalkan apa yang telah Allah haramkan, atau melakukan dosa-dosa dan maksiat karena ingin mendapat keridhaan masing-masing dari keduanya atas yang lain. Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda. “Sesung - guhnya dunia ini manis dan indah. Dan sesungguhnya Allah menguasa kan kepada kalian untuk mengelola apa yang ada di dalamnya, lalu Dia melihat bagaimana kalian berbuat. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap dunia dan wanita, karena fitnah yang pertama kali terjadi pada bani Israil adalah karena wanita.” Hendaklah seorang muslim benar-benar waspada terhadap fitnah ini, karena di antara manusia ada yang terseret oleh kecintaannya yang berlebihan terhadap isterinya sehingga ia berbuat durhaka kepada orang tua, memutuskan silaturahmi dan berbuat kerusakan di bumi, sehingga laknat Allah akan menimpanya.
Hak Isteri Yang Harus Dipenuhi Suami : Mengajarkan Ilmu Agama, Menasihati Dengan Cara Yang Baik.
Sabtu, 24 Maret 2007 00:28:25 WIB
Di antara hak seorang isteri yang harus dipenuhi suaminya adalah memberikan pendidikan dan pengajaran dalam perkara agama. Dengan memahami dan mengamalkan agamanya, seseorang akan mendapatkan kebahagiaan di dunia dan di akhirat. Jika ia tidak sanggup untuk mengajarkannya, hendaklah seorang suami mengajak isteri dan anaknya untuk bersama-sama hadir di dalam majelis ilmu yang mengajarkan Islam berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah menurut pemahaman Salafush Shalih, mendengarkan apa yang disampaikan, memahami dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan hadirnya suami-isteri di majelis ilmu akan menjadikan mereka sekeluarga dapat memahami Islam dengan benar, beribadah dengan ikhlas mengharapkan wajah Allah ‘Azza wa Jalla semata serta senantiasa meneladani Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam.
Kategori Keluarga & Masalahnya
Hak Isteri Yang Harus Dipenuhi Suami : Jangan Memukul Wajahnya, Jangan Menjelekkan Isteri
Jumat, 23 Maret 2007 00:40:31 WIB
Pada zaman Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam, ada sebagian Shahabat yang memukul isterinya, kemudian Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam melarangnya. Namun ‘Umar bin al-Khaththab radhiyallaahu ‘anhu mengadukan atas bertambah beraninya wanita-wanita yang nusyuz (durhaka kepada suaminya), sehingga Rasul memberikan rukhshah untuk memukul mereka. Para wanita berkumpul dan mengeluh dengan hal ini, kemudian Rasul shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya mereka itu (yang suka memukul isterinya) bukan orang yang baik di antara kamu”. Dari ‘Abdullah bin Jam’ah bahwasanya ia telah mendengar Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Bagaimana mungkin seseorang di antara kalian sengaja mencambuk isterinya sebagaimana ia mencambuk budaknya, lalu ia menyetubuhinya di sore harinya?” Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam juga menyebutkan tentang laki-laki yang baik, yaitu yang baik kepada isteri-isterinya.
Hak Isteri Yang Harus Dipenuhi Suami : Memberinya Pakaian Apabila Engkau Berpakaian
Kamis, 22 Maret 2007 03:14:42 WIB
Jika seorang suami malu dan risih dengan pakaian yang tidak menutup aurat -dengan celana pendek misalnya- untuk pergi ke kantor, maka hendaknya dia juga merasa risih ketika mengetahui bahwa isterinya pergi ke pasar, ke tempat umum atau keluar rumah dengan aurat terbuka. Sehingga orang-orang yang jahil dan berakhlak buruk turut melihat keindahan tubuh isteri yang dicintainya. Seorang suami hendaknya memiliki rasa cemburu dalam masalah ini, karena kalau tidak, niscaya dia akan menjadi dayyuts (membiarkan kejelekan yang timbul dalam rumah tangganya), dan ini akan menjadi awal malapetaka yang dapat menghancurleburkan kehidupan rumah tangga yang telah dibangun dan dibinanya dengan susah payah. Seorang suami hendaknya menasihati isterinya dalam masalah pakaian ini sehingga isterinya tidak melanggar batas-batas yang telah ditetapkan syari’at dan menyempurnakannya dengan pakaian terbaik menurut syari’at Islam.
Hak Isteri Yang Harus Dipenuhi Suami : Memberinya Makan Apabila Engkau Makan
Rabu, 21 Maret 2007 12:15:22 WIB
Kewajiban seorang suami untuk memberikan nafkah, meskipun ia dalam keadaan serba kekurangan, tentunya hal ini disesuaikan dengan kadar rizki yang telah Allah berikan kepada dirinya. Memberikan nafkah kepada isteri hukumnya adalah wajib. Sehingga dalam mencari nafkah, seseorang tidak boleh bermalas-malasan dan tidak boleh menggantungkan hidupnya kepada orang lain serta tidak boleh minta-minta kepada orang lain untuk memberikan nafkah kepada isteri dan anaknya. Sebagai kepala rumah tangga, seorang suami harus memiliki usaha dan bekerja dengan sungguh-sungguh sesuai kemampuannya. Perbuatan meminta-minta menurut Islam adalah perbuatan yang sangat hina dan tercela. Burung saja, yang diciptakan oleh Allah ‘Azza wa Jalla tidak sesempurna manusia yang dilengkapi dengan kemampuan berpikir dan tenaga yang jauh lebih besar, tidak pernah meminta-minta dalam mencari makan dan memenuhi kebutuhannya.
Hak Dan Kewajiban Suami Isteri Menurut Syari’at Islam Yang Mulia
Selasa, 20 Maret 2007 10:55:20 WIB
Seseorang yang berlimpah harta belum tentu merasa tenang dan bahagia dalam kehidupannya, terlebih jika ia belum menikah atau justru melakukan pergaulan di luar pernikahan yang sah. Kehidupannya akan dihantui oleh kegelisahan. Dia juga tidak akan mengalami mawaddah dan cinta yang sebenarnya, sebagaimana yang diisyaratkan oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, “Tidak pernah terlihat dua orang yang saling mencintai seperti (yang terlihat dalam) pernikahan.” Cinta yang dibungkus dengan pacaran, pada hakikatnya hanyalah nafsu syahwat belaka, bukan kasih sayang yang sesungguhnya, bukan rasa cinta yang sebenarnya, dan dia tidak akan mengalami ketenangan karena dia berada dalam perbuatan dosa dan laknat Allah. Terlebih lagi jika mereka hidup berduaan tanpa ikatan pernikahan yang sah. Mereka akan terjerumus dalam lembah perzinaan yang menghinakan mereka di dunia dan akhirat.
Rumah Tangga Yang Ideal
Senin, 19 Maret 2007 11:01:55 WIB
Menurut ajaran Islam, rumah tangga yang ideal adalah rumah tangga yang diliputi sakinah (ketentraman jiwa), mawaddah (rasa cinta) dan rahmah (kasih sayang). Allah Ta’ala berfirman. “Dan di antara tanda-tanda (kebesaran)Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan Dia menjadikan di antaramu rasa kasih dan sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir”. Dalam rumah tangga yang Islami, seorang suami atau isteri harus saling memahami kekurangan dan kelebihannya, serta harus tahu pula hak dan kewajiban serta memahami tugas dan fungsinya masing-masing, serta melaksanakan tugasnya itu dengan penuh tanggung jawab, ikhlas serta mengharapkan ganjaran dan ridha dari Allah Ta’ala
Bagaimana Semestinya Anda Bergaul Dengan Tetangga Yang Bukan Muslim, Sunni Dan Taat
Kamis, 9 Nopember 2006 05:03:01 WIB
Jika tetanggamu seorang muslim, sunni dan taat, maka wajib bagimu memenuhi seluruh hak-haknya yang telah (kita) lewati penjelasannya. Adapun jika tetangga tersebut suka berbuat dosa besar, adakalanya dia berbuat secara sembunyi-sembunyi dan menutup pintunya, maka berpalinglah dan jangan pedulikan. Bila mampu menasehati dan memperingatkannya secara rahasia-rahasia, maka ini lebih baik lagi. Tetapi jika dia terang-terangan dengan perbuatan fasiknya, seperti penarik bea (tukang pungut liar, -ed) atau pelaku riba, maka jauhilah ia dengan cara yang baik. Begitu pula jika dia sering meninggalkan shalat, maka perintahkanlah dia dengan cara yang baik dan cegahlah dia dari perbuatan mugkar berulang-ulang. Kalau tidak mau menerima, maka jauhilah ia karena Allah. Barangkali dengan cara dijauhi, dia akan kembali dan dapat mengambil manfaat. Tetapi tanpa memutus pembicaraan, salam dan hadiahmu terhadapnya.
Kategori Keluarga & Masalahnya
Tetangga Di Dalam Al-Qur’an Al-Karim
Minggu, 9 Juli 2006 23:41:36 WIB
Ibnu Abdil-Barr berkata : “Ada tiga hal yang jika ada pada seseorang, maka tidak diragukan lagi akal dan keutamaannya : jika dia dipuji oleh tetangga, kerabat dan temannya. Dari Hasan bin Isa An-Naisaburi berkata :”Saya bertanya kepada Abdullah bin Al-Mubarak. Saya katakan kepadanya : Seseorang datang kepadaku dan mengadukan anak saya bahwa dia membuat masalah terhadap orang itu. Tetapi anak saya mengingkarinya. Sehingga saya tidak mau memukulnya, karena barangkali dia terlepas diri dari perbuatan tersebut. Dan saya juga tidak mau membiarkannya, sehingga tetanggaku marah kepadaku. Lalu apa yang harus saya perbuat ? Beliau menjawab : Sesungguhnya anakmu barangkali membuat suatu masalah yang mengharuskan dia mendapat pelajaran. Maka perhatikan hal tersebut. Sehingga jika tetanggamu mengadukannya, maka berilah dia pelajaran karena kejadian tersebut. Dengan demikian, engkau telah membuat ridha tetanggamu dan telah memberi pelajaran kepada anak karena pebuatannya”
Hak Dan Keutamaan Tetangga Dalam Sunnah
Kamis, 4 Mei 2006 16:53:03 WIB
Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha berkata :” Demi Allah, sungguh kami melihat hilal (tanggal 1 bulan qamariyyah), kemudian hilal kemudian hilal, tiga hilal pada dua bulan, dan tidaklah dinyalakan api rumah-rumah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. (Urwah bin Zubair) berkata : Saya bertanya : Wahai bibiku ! Apakah yang menjadikan anda sekalian tetap hidup ? Aisyah menjawab : Al-Aswadan (dua barang yang hitam) : kurma dan air. Hanya saja Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mempunyai tetangga dari Anshar yang mempunyai kambing atau onta yang sedang menyesui. Maka mereka mengirimkan susu-susunya kepada Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wa sallam, sehingga kami meminumnya”.
Fenomena Para Supir Dan Pembantu Rumah Tangga
Sabtu, 31 Desember 2005 07:43:20 WIB
Tidak diragukan lagi, bahwa banyaknya pembantu rumah tangga, supir dan pekerja di tengah-tengah kaum muslimin, di rumah-rumah mereka, di antara keluarga dan anak-anak mereka, mempunyai nilai-nilai yang berbahaya dan dampak-dampak mengerikan yang tidak luput dari pandangan orang yang berakal. Saya sendiri tidak dapat menghitung dengan pasti, berapa banyak di antara mereka orang yang dikeluhkan, berapa banyak dari mereka yang menyimpang dari norma-norma dan etika-etika negeri ini dan berapa banyak orang yang menganggap enteng dalam mendatangkan dan menetapkan mereka untuk berbagai pekerjaan. Yang paling berbahaya di antaranya adalah bersepi-sepian dengan wanita yang bukan mahram, bepergian dengan wanita yang bukan mahram ke tempat-tempat yang jauh atau yang dekat.
Sudah Memerintahkan Keluarganya Untuk Shalat Tetapi Mereka Tidak Mau Mendengarkannya
Kamis, 8 Desember 2005 09:26:51 WIB
Apabila anggota keluarga tidak mau shalat selama-lamanya maka mereka telah kafir, murtad keluar dari Islam. Tidak boleh tinggal bersama mereka tetapi wajib baginya untuk mendakwahi mereka dan mengulang-ngulangnya semoga Allah memberi mereka hidayah. Karena orang yang meninggalkan shalat, kafir berdasar dalil dari kitab, sunnah dan perkataan para sahabat, dan pemikiran yang sehat. Dalam nash-nash tidak menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan shalat adalah mukmin, atau bahwa ia masuk jannah, atau selamat dari neraka atau yang semisalnya yang membolehkan kita untuk mentakwilkan hukum kafir bagi orang yang meninggalkan shalat adalah kufur nikmat, atau kufur yang bukan kekafiran sebenarnya.
Keluargaku Selalu Mencelaku Dan Suamiku, Apa Yang Mesti Kuperbuat ?
Senin, 24 Oktober 2005 11:15:00 WIB
Saya seorang terhormat di sebuah negeri yang kacau dan dalam keluarga besar yang tidak berpegang pada ajaran agama Islam, kecuali hanya shaum, bahkan mereka semuanya tidak ada yang shalat. Sebelum menikah, saya berkenalan dengan beberapa orang pemudi yang diberikan karunia petunjuk oleh Allah. Merkapun mengenakan hijab. Dan dengan keutamaan yang diberikan oleh Allah, saya pun ikut mengenakan hijab, dan mulai mekasanakan shalat, membaca dan menghapal Al-Qur’an. Kemudian Allah memberikan karunia kepada saya dengan adanya seorang lelaki yang taat beragama yang menikahiku, dengan kerelaan keluargaku. Meski demikian mereka tetap selalu mengejek kami dan menghina kami. Mereka seringkali memintaku untuk melepaskan hijab dan menghina suamiku karena dia miskin.
Menikahi Wanita Suka Bersolek Dan Menolak Perintah Hijab, Namun Ada Suami Justru Menyuruh Buka Hijab
Minggu, 18 September 2005 08:18:54 WIB
Ada seorang laki-laki yang menikahi wanita muslimah yang masih suka bersolek. Ia menasehatinya untuk melaksanakan syari’at Allah, khususnya perintah untuk mengenakan hijab. Ia melaksanakan beberapa ajakan tapi ia menolak perintah untuk berhijab. Bagaimana seharusnya laki-laki tersebut berbuat terhadapnya ? Apakah diwajibkan atasnya untuk mentalak istrinya ? Apabila tidak wajib baginya untuk mentalaknya, apakah ia turut menanggung dosa perbuatannya? Mengingat bahwa setiap orang akan diperhitungkan berdasarkan amal perbuatannya, sementara ada hadits yang menyebutkan : “Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya”
Kategori Keluarga & Masalahnya
Tidak Boleh Mengabaikan Dakwah Kepada Keluarga Dan Pergi Mendakwahi Orang Lain
Kamis, 28 Juli 2005 13:03:32 WIB
Adapun keluarnya untuk mendakwahi manusia, maka ini merupakan fardhu kifayah, apabila telah cukup orang melaksanakannya maka gugurlah kewajiban itu dari yang lain. Dan telah dimaklumi bahwasanya tidak mungkin mendahulukan fardhu kifayah atas fardhu ‘ain, dan tidak mungkin pula ia memperhatikan untuk memberi petunjuk kepada orang yang jauh padahal ia sendiri khawatir dengan orang dekat (kerabat). Maka tidak boleh bagi seseorang menyia-nyiakan keluarganya baik berupa putra, putri, istri, ibu atau saudari sementara ia merasa khawatir akan mereka, lalu pergi mendakwahi orang lain (yang merupakan) fardhu kifayah, pafahal menjaga keluarga adalah fardhu ‘ain baginya. Ini sudah jelas bila orang yang mengatakannya mencoba memperhatikan apa yang saya sebutkan sekarang, niscaya jelas baginya bahwa apa yang ia sebutkan itu tidaklah benar.
Bolehkah Kita Mengirim Putri-Putri Kita Ke Pondok Pesantren Putri?
Rabu, 18 Mei 2005 05:23:09 WIB
Adapun apabila seorang wanita tadi safar bersama mahramnya, tinggal di tempat yang aman, tidak melakukan safar kecuali bersama mahramnya, tidak campur baur dengan laki-laki, untuk menuntut ilmu syar’i dan menjauhi fitnah, maka hal itu diperbolehkan karena termasuk kewajiban wanita adalah menuntut ilmu. Para sahabat dahulu juga pergi ke rumah-rumah para istri Nabi untuk masalah-masalah penting dan mereka juga belajar kepada para sahabat wanita, bahkan imam Az-Zarkasyi menulis sebuah kitab yang tercetak berjudul ‘Al-Ijabah Lima Istadrakathu Sayyidah Aisyah ‘Ala Shahabah’ (Beberapa kritikan Aisyah kepada sahabat). Demikian pula kitab Shahih Bukhari, di kalangan orang-orang belakangan, sanadnya bersumber dari Karimah Al-Marwaziyyah, dimana para ulama abad kedelapan, kesembilan dan kesepuluh mengambil sanad Shahih Bukhari dari Karimah.
Seorang Ayah Berkewajiban Mendakwahi Anak-Anaknya Dengan Cara Yang Terbaik
Selasa, 19 April 2005 07:51:30 WIB
Menurut pandagan saya hendaknya seorang ayah mendakwahi mereka dengan cara yang terbaik sedikit demi sedikit. Apabila mereka terjatuh dalam beberapa maksiat maka hendaknya ia melihat (maksiat) yang paling berat, lalu memulai dengannya dan mengulang-ulangi diskusi dengan mereka hingga Allah Subhanahu wa Ta’ala memudahkan urusan ini dan merekapun meninggalkannya. Namun jika mereka tidak mungkin meresponnya maka perbuatan-perbuatan maksiat berbeda-beda, sebagian di antaranya tidak mungkin membiarkan anak bersama anda sementara ia melakukannya, dan sebagian ada yang dibawahnya. Maka bila seorang menghadapi pertentangan antara dua mafsadah, sementara keduanya pasti harus terjadi atau salah satunya pasti terjadi, maka melakukan yang lebih ringannya itulah yang adil dan itulah yang hak.
Bagaimana Bergaul Dengan Keluarga Yang Tidak Mengerjakan Shalat
Senin, 28 Maret 2005 17:45:46 WIB
Jika tidak melaksanakan shalat maka ia berhak mendapatkan boikot. Jangan menyalaminya, jangan menjawab salamnya sampai ia bertaubat. Karena meninggalkan shalat adalah kekafiran yang besar, sekalipun ia tidak mengingkari akan kewajibannya. Ini merupakan pendapat yang kuat dari dua pendapat ulama. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda. “Perjanjian antara kami dan mereka adalah shalat. Barangsiapa yang meninggalkannya maka sungguh ia telah kafir”. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda. “Pembatas antara seseorang dengan kekufuran dan kesyirikan adalah meninggalkan shalat”.
Seorang Da’i Ke Jalan Allah Tidak Berkehendak Selain Memperbaiki Saudara-Saudaranya
Minggu, 6 Maret 2005 18:07:45 WIB
Seorang da’i ke jalan Allah hendaknya tidak berkeinginan selain memperbaiki saudara-saudaranya serta menunjukkan mereka pada kebenaran. Namun bersama ini saya juga mengatakan kepada sang penanya : ‘Bersabarlah dan berihtisablah, dan ketahuilah bahwa setiap gangguan yang menimpamu dalam berdakwah ke jalan Allah maka anda akan diberi pahala. Dan seorang da’i ke jalan Allah Subhanahu wa Ta’ala jika dakwahnya diterima ia telah melaksanakan kewajibannya dan meraih ganjaran akibat hidayah yang diperoleh oleh orang lain sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kepada Ali bin Abi Thalib. “Majulah dengan tenang, maka demi Allah ! Sungguh jika Allah memberikan hidayah seseorang melalui dirimu maka itu lebih baik bagimu daripada seekor unta merah”
Kakak Saya Selalu Memperolok-Olokan Karena Saya Berpegang Teguh Dengan Agama
Rabu, 16 Februari 2005 11:48:13 WIB
Anda wajib untuk tidak berputus asa akan keshalihannya atau kebaikannya (kelak). Karena sesungguhnya banyak manusia yang dahulunya tidak benar amalan-amalannya, kemudian Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah kepada mereka. Maka perbanyaklah memberikan nasehat kepadanya, hadiahkanlah beberapa kaset dan buku-buku kecil yang menandung nasehat, mudah-mudahan Allah memberinya hidayah lewat tangan anda. Telah tsabit dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau berkata kepada Ali bin Abi Thalib. “Sungguh jika Allah memberi hidayah denganmu seorang, maka itu lebih baik bagimu daripada seekor unta merah”. Maka ulang-ulangilah menasehatinya dan bersabarlah atas gangguan yang menimpa anda, sebagaimana yang dikatakan Luqman kepada putranya.
Kategori Keluarga & Masalahnya
Hak Suami : Kepemimpinan Laki-Laki Atas Wanita, Mengucilkan Isteri Jika Tidak Menunaikan Nasihat
Sabtu, 5 Februari 2005 21:11:48 WIB
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “… Dan pisahkanlah mereka dari tempat tidur mereka … .” Jika tidak melaksanakan perintahnya setelah menasihatinya dan mengingatkannya kepada apa yang Allah wajibkan atasnya supaya mempergauli suaminya dengan baik dan mengatakan kepadanya dengan lemah lembut: “Jadilah engkau wanita yang shalih, yang taat, yang memelihara kehormatan ketika suami tidak ada di rumah, dan janganlah engkau termasuk wanita demikian dan demikian,” ia mengingatkan kepadanya tentang kematian, kubur dan negeri akhirat. Jika nasihat dan peringatan dengan lemah lembut ini tidak membawa hasil, maka kucilkanlah. Ibnu Katsir berkata tentang tafsir ayat ini: “Ali bin Abi Thalhah menuturkan dari Ibnu ‘Abbas: ‘Pengucilan ialah suami tidak mencampuri isterinya dan tidak menidurinya di atas ranjangnya serta membelakangi punggungnya.” Yang lain menambahkan: “Bersamaan dengan itu, ia tidak berbicara dan tidak bercakap-cakap dengannya.’”
Anda Wajib Berdakwah Kepada Allah Dan Tidak Berputus Asa
Minggu, 23 Januari 2005 16:19:26 WIB
Maka saya megajak saudara-saudaraku para pemuda yang telah dikarunai Allah hidayah untuk berusaha agar mereka dapat menarik para pemuda lain yang memungkinkan, karena para pemuda lebih terpengaruh oleh teman-teman mereka dibandingkan terpengaruh oleh orang yang lebih tua dari mereka. Maka anda sekalian -semoga Allah memberkahi kalian- wahai pemuda ! Berusahalah sekuat-kuatnya untuk menarik sebanyak-banyaknya agar Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan hidayah atas mereka melalui tangan-tangan kalian. Dan janganlah kalian meremehkan diri kalian jangan pula tergesa-gesa lalu mengatakan : ” Kami menginginkan agar orang yang tersesat itu mendapat hidayah dalam sehari semalam”.
Hukum Membebani Suami Dengan Berbagai Permintaan
Kamis, 6 Januari 2005 10:59:36 WIB
Ini termasuk pergaulan yang buruk, Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman. “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rizkinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekadar) apa yang Allah berikan kepadanya” . Maka seorang isteri tidak boleh menuntut sesuatu melebihi kemampuan suami dalam memberi nafkah dan tidak boleh pula menuntut sesuatu melebihi tradisi yang berlaku, walaupun suaminya mampu memenuhi, berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. “Dan bergaullah dengan mereka secara patut”
Bergaul Dengan Baik
Rabu, 5 Januari 2005 06:52:49 WIB
Hendaknya anda bersabar dan menasehatinya dengan cara yang lebih baik serta mengingatkannya kepada Allah dan hari kemudian. Mudah-mudahan ia mau menerima dan kembali kepada kebenaran serta meninggalkan akhlak buruknya. Jika ia tidak menerima, maka ia berdosa, sementara anda mendapat pahala yang besar karena kesabaran dan ketabahan anda terhadap sikap aniayanya. Selain itu, disyari’atkan kepada anda untuk berdo’a dalam shalat dan lainnya, memohon kepada Allah agar menunjukkannya kepada kebenaran dan menganugerahinya akhlak yang baik serta melindungi anda dari keburukannya dan keburukan lainnya. Disamping itu, anda pun perlu intropeksi diri dan besikap istiqomah (lurus) dalam menjalankan agama serta bertaubat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dari semua keburukan dan kesalahan yang pernah anda lakukan terhadap hak Allah atau hak suami anda ataupun hak lainnya.
Kewajiban Da’i Adalah Berdakwah Kepada Allah Walaupun Manusia Mencelanya
Selasa, 14 Desember 2004 13:18:32 WIB
Sesungguhnya orang-orang yang berdosa, adalah mereka yang dahulunya (di dunia) mentertawakan orang-orang yang beriman. Dan apabila orang-orang yang beriman lalu ia di hadapan mereka, mereka saling mengedip-ngedipkan matanya. Dan apabila orang-orang berdosa itu kembali kepada kaumnya, mereka kembali dengan gembira. Dan apabila mereka melihat orang-orang mukmin, mereka mengatakan : “Sesunguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang sesat”, padahal orang-orang yang berdosa itu tidak dikirim untuk penjaga bagi orang-orang maukmin. Maka pada hari ini, orang-orang yang beriman menertawakan orang-orang kafir, mereka (duduk) di atas dipan-dipan sambil memandang
Seseorang hendaknya mendakwahi orang yang terdekat, karena sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala pertama sekali mengutus RasulNya Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam (dengan) firmanNya. “Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”. Maka apabila di dalam negerinya terdapat kesempatan untuk berdakwah dan memperbaiki manusia, maka tidak seyogyanya ia keluar ke negeri lain, walaupun bertentangan dengan mereka. Dan jika tidak terdapat (kesempatan untuk berdakwah) seperti jika negerinya telah sesuai dengan sisi yang diharapkan maka sesungguhnya ia dapat pindah ke (tempat) yang kedua, lalu yang ketiga, dan demikianlah (seterusnya).
Kategori Keluarga & Masalahnya
Kita Wajib Memperbaiki Diri Kita Sendiri Terlebih Dahulu
Selasa, 23 Nopember 2004 16:20:32 WIB
“Hai orang-orang yang beriman, jagalah dirimu ; tiadalah orang yang sesat itu akan memberi mudharat kepadamu apabila kamu telah mendapat petunjuk”. Perkataan kami tentang (ayat) tersebut adalah seperti yang dikatakan Allah Subhanahu wa Ta’ala ; bahwa sesungguhnya Allah memerintahkan kita untuk memperbaiki diri-diri kita, dan agar kita menjaga keshalihan kita, dan jika tersesat siapapun yang tersesat dari kalangan manusia maka hal itu tidaklah mendatangkan mudharat, sebagaimana yang dikatakan Allah Subhanahu wa Ta’ala kepada NabiNya Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan maka berilah peringatan, karena sesungguhnya kamu hanyalah orang yang memberi peringatan. Kamu bukanlah orang yang berkuasa atas mereka, tetapi orang yang berpaling dan kafir, maka Allah akan mengadzabnya dengan adzab yang besar”
Hukum Suami Yang Memukul Isterinya Dan Mengambil Hartanya Dengan Paksa
Sabtu, 13 Maret 2004 06:16:55 WIB
Suami yang memukul isterinya, mengambil hartanya dengan paksa dan memperlakukannya dengan perlakuan yang buruk adalah orang yang berdosa dan maksiat terhadap Allah Subhanahu wa Ta’ala, berdasarkan firman-Nya. “Dan bergaullah dengan mereka secara patut” . Dan firman-Nya. “Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf” Seorang laki-laki tidak boleh memperlakukan isterinya dengan perilaku buruk seperti itu, sementara disisi lain ia menuntutnya untuk memperlakukan dirinya dengan baik. Sikap ini termasuk perbuatan zhalim yang tercakup dalam firman Allah Ta’ala. “Kecelakaan besarlah bagi orang-orang yang curang, (yaitu) orang-orang yang apabila menerima takaran dari orang lain mereka minta dipenuhi dan apabila mereka menakar atau menimbang untuk orang lain mereka mengurangi”
Buruknya Perilaku Suami
Kamis, 29 Januari 2004 09:00:23 WIB
Jika kenyataan suami anda seperti yang anda sebutkan dalam pertanyaan, yaitu meninggalkan shalat dan mencela agama, maka ia telah kafir sehingga anda tidak lagi halal baginya dan tidak boleh lagi tinggal serumah dengannya, bahkan anda wajib pergi ke keluarga anda atau ke tempat aman lainnya, berdasarkan firman Allah Ta’ala tentang orang yang seperti itu. “Maka janganlah kamu kembalikan mereka (para mukminat) kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal bagi mereka” . Dan sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. “Perbedaan yang tegas antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkannya berarti ia telah kafir”
Tidak Memperhatikan Isteri
Senin, 26 Januari 2004 15:03:01 WIB
Tidak ada salahnya anda mencoba mencandainya, mengajaknya berbicara dengan kata-kata yang bisa melunakkan hatinya serta membangkitkan kepedulian dan perasaannya terhadap hak-hak anda. Hindari permintaan-permintaan materi duniawi selama ia melaksanakan urusan-urusan penting yang wajib, sehingga dengan begitu hatinya akan tenang dan dadanya menjadi terbuka untuk menerima saran-saran anda. Dengan demikian anda akan mensyukuri akibatnya –insya Allah-. Semoga Allah menambahkan kebaikan anda dan memperbaiki kondisi suami anda, mengilhami dan menunjukinya serta menganugrahinya akhlak yan baik, lapang dada dan memelihara hak-hak.
Melaknat Isteri
Minggu, 25 Januari 2004 09:57:12 WIB
Maka yang wajib atasnya adalah bertaubat dari perbuatannya itu dan membebaskan isterinya dari celaan yang telah dilontarkan terhadapnya. Barangsiapa yang bertaubat dengan sungguh-sungguh, niscaya Allah menerima taubatnya. Sementara isterinya, tetap dalam tanggung jawabnya, ia tidak menjadi haram baginya lantaran laknat tersebut. Lain dari itu, yang wajib atasnya adalah memperlakukannya dengan baik dan senantiasa menjaga lisannya dari setiap perkataan yang dapat menimbulkan kemurkaan Allah subhanahu wa Ta’ala. Demikian juga sang isteri, hendaknya memperlakukan suami dengan baik dan menjaga lisannya dari apa-apa yang dapat menimbulkan kemurkaan Allah dan kemarahan suaminya, kecuali berdasarkan kebenaran.
Comment by Bari Saffa Muhammad — December, 11 2008 @ 12:01 pm