Most Wanted : Maxi Dress

Assalamu’alaikum, all…
Tak tahan lagiiiiii… Saya mau maxi dress. Sungguh hebat bujuk rayu majalah-majalah fashion itu!
*gambar diculik dari sini

Assalamu’alaikum, all…
Tak tahan lagiiiiii… Saya mau maxi dress. Sungguh hebat bujuk rayu majalah-majalah fashion itu!
*gambar diculik dari sini
Assalamu’alaikum, all…
Bagaimana rasanya turun dari lantai 14 ke lantai dasar menggunakan tangga darurat? Tidak hanya sekali, tapi dua kali.
Assalamu’alaykum, all…
Sejak lahir sampai lulus SMA gw tinggal di Riau. Bersama orangtua tentunya. Setelah lulus SMA, merantaulah gw ke pulau seberang untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang selanjutnya. Apalagi kalo bukan kuliah. Singkat kata, kuliahlah gw di Binus. Berhubung gw ga ada keluarga di sekitar Binus akhirnya gw memutuskan untuk ngekos. Inilah yang mo gw ceritakan. Selama kuliah beberapa kali pindah kos. Totalnya tiga tempat kos gw pernah gw jajah. Ketiga kos tersebut adalah tipe kos untuk mahasiswa manja sibuk. Di kos tersebut ada mbak yang selalu sedia melayani kebutuhan penghuninya. Termasuk urusan mencuci dan menyetrika baju. Akibatnya gw ga begitu ahli dalam hal satu ini. Petaka itu datang sekitar enam minggu yang lalu. Gw harus pindah kos ke daerah cilandak. Kos gw yang baru ini adalah kos yang seperti di lagu dangdut itu. “Masak masak sendiri cuci baju sendiri”. Gw harus nyuci baju gw sendiri. Yang gw bingungkan gimana caranya nyuci. Di kos gw ga ada mesin cuci. Satu-satunya teknologi mencuci di sini Cuma penggilesan (benar ga nulisnya?). Maaaakkkkk. Gimana cara pakenya. Mau nanya ke ibu kos, gengsi. Apa kata ibu kos gw kalo dia tau gw ga bisa menoperasikan penggilesan. Akhirnya otodidaklah gw memakai alat ini. Akibatnya… buku-buku jari gw pada lecet. Alamak
I hate sunday afternoon.
I hate to wake you up to say goodbye.
AAARRRGGGHHH!!!
Get free blog up and running in minutes with Blogsome
Theme designed by Ian Main